Gubernur Ansar Luncurkan “Tanjak Lobam”

Inovasi Pajak Kendaraan & Alat Berat di Kawasan Industri Bintan, Target Kemandirian Fiskal Kepri!

Penandatanganan Kesepakatan Bersama penerapan Tanjak Lobam dalam peluncuran gerakan Taat Pajak Lobam di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate, Lobam, Bintan, Rabu (22/10/2025). (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)

BINTAN, intuisi.net – Di tengah gemuruh mesin industri dan semangat pembangunan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad resmi meluncurkan Gerakan “Tanjak Lobam” (Taat Pajak Lobam) di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (22/10/2025). Inisiatif cerdas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepri ini langsung menuai pujian luas, sebagai langkah revolusioner untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak alat berat (PAB), dan sumber pajak daerah lainnya.

Dihadiri ratusan pelaku usaha, aparat penegak hukum, dan mitra strategis, acara peluncuran ini bukan sekadar seremoni – tapi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemandirian fiskal di era ketidakpastian ekonomi nasional. “Ini bukan hanya program pajak biasa, tapi pondasi kuat menuju Kepri yang mandiri dan berkelanjutan!” tegas Gubernur Ansar dalam sambutannya yang penuh semangat.

Mengapa “Tanjak Lobam” Jadi Game Changer?

Kawasan Industri BIIE Lobam bukan sembarang lokasi – ini adalah jantung pertumbuhan ekonomi Kepri, dengan ribuan kendaraan bermotor dan alat berat yang beroperasi setiap hari. Potensi PAD dari sini? Miliaran rupiah! Namun, selama ini banyak yang “lolos” karena kurangnya sinergi data dan kepatuhan.

Gerakan Tanjak Lobam hadir sebagai solusi “jemput bola”:

  • Optimalisasi Sinergi Data: Integrasi sistem pajak dengan pengelola kawasan, BRI, Polisi, dan Jasa Raharja untuk deteksi dini tunggakan.
  • Pelayanan Mobile: Samsat keliling dan edukasi langsung di lokasi industri.
  • Model Percontohan: Lobam dijadikan “pilot project” kawasan taat pajak, bisa direplikasi ke seluruh Kepri.
  • Dasar Hukum Kuat: Selaras dengan UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat-Daerah dan PP No. 35/2023 tentang Pajak Daerah.

Kepala Bapenda Kepri, Abdullah, menjelaskan, “Potensi PKB dan PAB di Lobam sangat besar. Dengan gerakan ini, kami targetkan peningkatan kepatuhan hingga 30% dalam tahun pertama, tanpa membebani dunia usaha.

“Gubernur Ansar: “Inovasi atau Terpuruk!”

Gubernur Ansar tak sungkan mengkritik ketergantungan daerah pada pusat. “Beberapa waktu lalu, APBD kita sering ‘digunting’ karena kebijakan nasional. Saatnya daerah kreatif! Tanjak Lobam adalah inovasi nyata untuk gali potensi sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan keseimbangan: “Pajak naik, tapi investasi jangan turun. Kepri adalah gerbang perdagangan global – kebijakan fiskal harus bijak, ramah bisnis, dan kompetitif.”

Dukungan Penuh dari Dunia Usaha

General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana, antusias: “Kami dukung 100%! Ini sinergi win-win: pajak tertib, iklim investasi sehat, ekonomi Kepri melesat. Lobam siap jadi contoh nasional!”

Acara semakin meriah dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Ansar kepada para pendukung utama:

  • Bupati Bintan Roby Kurniawan
  • Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Andhika Bayu Adittama
  • Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani
  • Kakanwil Jasa Raharja Kepri Gentur Anggoro Waseso
  • Pimpinan Cabang BRI Tanjungpinang Haris Hanafi Nasution
  • GM PT BIIE Aditya Laksamana
  • Perwakilan perusahaan industri Lobam

Dampak Besar untuk Masyarakat KepriBayangkan: PAD naik → infrastruktur jalan lebih baik, sekolah gratis, kesehatan terjangkau. “Kepatuhan pajak bukan beban, tapi investasi bersama untuk Kepri adil dan maju!” tutup Gubernur Ansar.

Gerakan ini langsung viral di media sosial, dengan tagar #TanjakLobam trending di Kepri. Pengamat ekonomi memprediksi: Jika sukses, model ini bisa diadopsi provinsi lain, jadi benchmark nasional kemandirian daerah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *