Kuala Lumpur, intuisi.net – Kejuaraan bulu tangkis bergengsi Petronas Malaysia Open 2026, yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, berakhir tanpa kehadiran wakil Indonesia di babak final.
Turnamen Super 1000 ini, dengan total hadiah USD 1.450.000, menyaksikan para pebulu tangkis Merah Putih berjuang keras, namun harus puas tersingkir di tahap semi-final dan sebelumnya.
Kekecewaan ini menjadi catatan bagi tim Indonesia untuk bangkit di turnamen-turnamen mendatang, di tengah dominasi pemain dari China, Korea Selatan, Thailand, dan tuan rumah Malaysia.
Wakil Indonesia terakhir yang bertahan, Jonatan Christie di nomor tunggal putra, harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand di semi-final dengan skor 16-21, 16-21.
Pertarungan sengit ini berlangsung selama sekitar 45 menit, di mana Jonatan sempat menunjukkan permainan agresif di awal game, tetapi akhirnya kalah dalam penguasaan rally panjang.
Sementara itu, di nomor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga tersingkir di semi-final setelah dikalahkan duet tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-23, 18-21.
Kemenangan ini membuat Aaron/Soh menjadi harapan Malaysia untuk mengakhiri puasa gelar ganda putra di turnamen ini selama 12 tahun.
Performa wakil Indonesia di Malaysia Open 2026 sebenarnya menjanjikan di babak awal. Jonatan Christie, yang merupakan unggulan ke-4, berhasil mengalahkan Leong Jun Hao dari Malaysia di babak 16 besar dengan skor 21-18, 21-11.
Namun, tantangan semakin berat di tahap akhir. Di nomor ganda putri, Febriana Dwiyanti Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tersingkir di perempat final setelah kalah dari Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan) dengan skor 26-24, 21-17 dalam pertarungan ketat selama 54 menit.
Pasangan ini sempat membalas kekalahan sebelumnya di SEA Games, tapi akhirnya tak mampu melanjutkan momentum.
Pasangan ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, juga berhenti di perempat final setelah dikalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor telak 11-21, 10-21.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Indonesia, yang biasanya mendominasi sektor ganda. Di nomor lainnya, seperti tunggal putri dan ganda campuran, wakil Indonesia sudah tersingkir lebih awal, tanpa mencapai semi-final.
Turnamen ini didominasi oleh China, yang mengirimkan empat wakil ke final: Wang Zhi Yi di tunggal putri, Liu Sheng Shu/Tan Ning di ganda putri, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping serta Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di ganda campuran, dan Shi Yu Qi di tunggal putra.
Korea Selatan menyusul dengan tiga wakil, termasuk An Se Young di tunggal putri dan Kim Won Ho/Seo Seung Jae di ganda putra.
Sementara itu, final akan dimulai hari ini dengan urutan pertandingan sebagai berikut:
Tunggal Putri: An Se Young (KOR) vs Wang Zhi Yi (CHN)
Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (CHN) vs Baek Ha Na/Lee So Hee (KOR)
Ganda Campuran: Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (CHN) vs Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (CHN)
Tunggal Putra: Shi Yu Qi (CHN) vs Kunlavut Vitidsarn (THA)
Ganda Putra: Kim Won Ho/Seo Seung Jae (KOR) vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (MAS)
Meski tanpa wakil di final, pelatih tim Indonesia, Irwansyah, dalam wawancara pasca-pertandingan menyatakan optimisme.
“Para pemain sudah berjuang maksimal. Ini pelajaran berharga untuk meningkatkan konsistensi dan strategi menghadapi lawan-lawan top dunia,” ujarnya seperti dikutip dari laporan resmi BWF.
Kekecewaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi skuad Merah Putih menjelang turnamen berikutnya, seperti Indonesia Open 2026 yang akan digelar Juni mendatang.
Petronas Malaysia Open 2026 bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga pembuktian ketangguhan mental para atlet.
Bagi Indonesia, meski tanpa medali emas, perjuangan ini tetap menjadi inspirasi bagi pecinta bulu tangkis Tanah Air.
Baca juga:
- BWF Official Website – Sumber resmi hasil dan berita BWF
- Jorji Cetak Sejarah Baru di Kumamoto – Detail prestasi Gregoria Mariska Tunjung di Kumamoto Masters 2025












