Intuisi.net – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (9/9/2025). Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Amsakar memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam untuk tahun 2026 sebesar Rp5,328 triliun, yang menjadi tonggak penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Anggaran tersebut terdiri dari Program Dukungan Manajemen senilai Rp1,099 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp4,229 triliun. Amsakar menegaskan bahwa 2026 adalah tahun krusial sebagai periode kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029, dengan fokus mempercepat pertumbuhan investasi, konektivitas, dan daya saing kawasan. “Batam harus menjadi lokomotif ekonomi nasional, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pagu Anggaran dan Target PNBP 2026Pemerintah menetapkan pagu anggaran BP Batam 2026 sebesar Rp2,447 triliun, naik 18,18% dari Rp2,071 triliun pada 2025. Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ditetapkan senilai Rp2,447 triliun, dengan sumber utama meliputi:
- Layanan pengelolaan lahan: Rp964,3 miliar (39,39%),
- Layanan SPAM, fasilitas, dan lingkungan: Rp613,29 miliar (25,06%),
- Layanan kepelabuhanan: Rp490,15 miliar (20,2%).
Namun, Amsakar menilai pagu tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan strategis BP Batam. Untuk itu, ia mengusulkan tambahan anggaran rupiah murni sebesar Rp2,88 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan menarik investasi yang lebih masif.
Fokus Prioritas: Infrastruktur dan Konektivitas
Tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk 94 kegiatan prioritas, dengan rincian: Konektivitas darat (57% atau Rp1,64 triliun): Pembangunan flyover, jalan baru, jembatan, drainase, dan lanskap jalan untuk meningkatkan aksesibilitas dan estetika kota.
Sumber daya air (26% atau Rp732,26 miliar): Pengembangan delapan jaringan distribusi air minum, sistem perpipaan, dan normalisasi waduk untuk memastikan pasokan air yang andal.
Konektivitas laut dan udara (5% atau Rp155,93 miliar): Pengembangan Cargo Yard (CY) Batu Ampar, perbaikan magcobar, implementasi ISPS Code, serta peningkatan fasilitas Terminal Sekupang.
Pengembangan kawasan (12% atau Rp351,45 miliar): Proyek strategis seperti pengembangan Tanjung Banun, renovasi gedung Mall Pelayanan Publik, revitalisasi Masjid Batul Makmur, dan pembangunan IPAL di rumah susun.
Komitmen untuk Indonesia Emas 2045
Amsakar menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen menjadikan Batam sebagai kawasan strategis nasional yang mampu bersaing di kancah global. “Dengan dukungan penuh Komisi VI DPR RI, kami optimistis Batam akan semakin kokoh sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
RDP ini menjadi momentum penting bagi BP Batam untuk menunjukkan dedikasinya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing kawasan. Dengan rencana anggaran yang ambisius, Batam siap melangkah lebih jauh sebagai pusat ekonomi strategis Indonesia.












