intuisi.net – Bukan sekadar kemenangan. Ini adalah dongeng sepak bola modern yang ditulis ulang oleh tim dari kota kecil berpenduduk hanya 52.000 jiwa, di atas Lingkar Arktik, di mana musim domestik mereka bahkan belum dimulai.
Bodø/Glimt (sering disebut Bodo Glimt) secara sensasional mengeliminasi Inter Milan – juara bertahan Serie A yang unggul 10 poin dan finalis UCL musim lalu – dengan agregat 5-2.
Leg kedua di San Siro (24 Februari 2026) berakhir 2-1 untuk tamu, setelah leg pertama di Bodø (18 Februari) sudah 3-1.
Gol-gol penentu di San Siro:
- Menit 58: Jens Petter Hauge (mantan pemain AC Milan) memanfaatkan blunder Manuel Akanji, menyambar rebound tembakan Ole Didrik Blomberg.
- Menit 72: Håkon Evjen menyelesaikan serangan indah dari tengah lapangan – umpan silang melengkung Hauge, sentuhan kiri, tendangan keras kanan ke gawang Yann Sommer.
- Menit 76: Alessandro Bastoni mencetak gol hiburan Inter.
Inter mendominasi penguasaan bola dan melepaskan puluhan tembakan, tapi kiper Nikita Haikin dan pertahanan disiplin Bodø/Glimt berdiri kokoh.
Empat kemenangan beruntun di UCL musim ini (termasuk atas Manchester City dan Atlético Madrid) – pencapaian bersejarah bagi klub di luar liga top-5 Eropa sejak Ajax 1971/72.
Sorotan Utama Club Bodø/Glimt: Bukan Tim Biasa
Dari sumber asing (ESPN, The Guardian, Al Jazeera, BBC, Reuters, The Athletic), semua sepakat: ini upset terbesar UCL dalam beberapa tahun terakhir.
- Kota kecil vs raksasa: Stadion Aspmyra hanya 8.200 kursi (rumput buatan, suhu beku). San Siro malam itu dihadiri 70.441 penonton – lebih banyak dari seluruh populasi Bodø!
- Anggaran minim, tanpa bintang: Tidak ada superstar seperti Inter. Tapi ada filosofi permainan jelas: pressing tinggi, serangan cepat, pengembangan pemain jangka panjang.
- Musim belum mulai: Liga Norwegia baru bergulir Maret 2026. Mereka bermain UCL di luar musim domestik – sesuatu yang disebut Knutsen sebagai “kebanggaan luar biasa”.
- Sejarah singkat tapi gemilang: Promosi ke Eliteserien 2017. Juara Norwegia 4 kali dalam 6 musim terakhir (pertama kali 2020). Musim lalu capai semifinal Europa League (pertama Norwegia ke semifinal kompetisi Eropa besar). Musim ini: kalahkan City di kandang, Atletico di kandang lawan.
Pelatih Kjetil Knutsen (57 tahun, sejak 2018) adalah otak di balik semua ini. Dia bangun proyek jangka panjang: “Ini perjalanan panjang. Banyak orang di belakang layar yang percaya pada proyek ini. Kami tidak bicara target, kami bicara performa dan pengembangan.”
- Jürgen Klinsmann (ESPN): “Ini sangat memalukan, bencana besar bagi Inter.”
- Nicolò Barella (Inter): “Mereka pantas menang di kedua leg. Kami tidak bisa menembus pertahanan mereka.”
- Håkon Evjen (pencetak gol): “Ini gila. Kami mengalahkan mereka secara adil – mental, fisik, segalanya. Surreal!”
- Kjetil Knutsen: “Tim dari kota kecil di utara. Percaya nggak? Ini malam luar biasa bagi klub, kota, dan sepak bola Norwegia.”
- Fabio Capello: “Inter terlalu lambat, tanpa kecepatan, tanpa dribel. Bodø/Glimt outclass mereka.”
Lars Tjærnås (komentator Norwegia): “Ini hasil terbesar klub Norwegia sepanjang sejarah. Tidak perlu debat lagi.”
Baca Juga di Intuisi.net:
- PSG Curi Tiga Poin dari Barcelona – Gol Injury Time Gonçalo Ramos Bikin Blaugrana Tersungkur 1-2
- UEFA Champions League Resmi – Bracket & Hasil Knockout Terbaru: Lihat bracket lengkap, hasil playoff (termasuk Bodø/Glimt 5-2 agg atas Inter), dan update babak 16 besar.












