BNNP Kepulauan Riau Raih Nilai IKM 3,34

Komitmen Tak Tergoyahkan dalam Perang Melawan Narkoba, Masyarakat Kepri Semakin Percaya!

survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) periode 1 Juli – 30 September 2025, BNNP Kepri memperoleh nilai 3,34. (@InfoBNNP_Kepri

Kepri, intuisi.net – Di tengah tantangan peredaran gelap narkotika yang kian mengintai perbatasan maritim Indonesia, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau menunjukkan performa gemilang. Berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) periode 1 Juli hingga 30 September 2025, BNNP Kepri berhasil meraih nilai 3,34 – predikat “Baik Sekali” yang mencerminkan dedikasi tak kenal lelah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Nilai ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari komitmen BNNP Kepri untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar”, bebas dari ancaman narkoba. Dalam skala IKM yang berkisar 1-4, pencapaian 3,34 menempatkan BNNP Kepri di atas rata-rata nasional lembaga serupa, di mana survei terbaru BNN RI menunjukkan nilai kumulatif Indeks Kinerja Pelayanan (IKP) mencapai 3,5 dengan predikat “Sangat Mandiri”.

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Hanny Hidayat, S.I.K., M.H., menyambut hasil survei ini dengan penuh syukur sekaligus semangat. “Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kepri. Nilai 3,34 ini adalah dorongan bagi kami untuk lebih giat lagi, terutama di wilayah rawan seperti Batam dan perbatasan Singapura-Malaysia.

Masyarakat adalah mitra utama kami dalam perang melawan narkoba,” ujarnya saat ditemui di kantor BNNP Kepri, Batam, Sabtu (2/11).

Survei IKM yang dilakukan secara independen melibatkan responden dari berbagai kalangan, termasuk korban penyalahgunaan narkoba, keluarga penerima rehabilitasi, dan masyarakat umum yang mengakses layanan pencegahan.

Faktor kunci yang mendorong nilai tinggi ini adalah inovasi BNNP Kepri dalam pendekatan humanis, seperti program “Pesta Rakyat Antinarkoba” yang melibatkan warga langsung dalam pemusnahan 2,11 ton sabu pada Juni lalu – upaya yang berhasil mengedukasi ribuan jiwa dan mencegah potensi korban hingga 8 juta orang.

Selain itu, kolaborasi dengan stakeholder lokal, seperti peluncuran Kampung Madani Bersinar di Muka Kuning, Batam, yang mengubah kawasan rawan narkoba menjadi pusat wisata kopi produktif, turut diapresiasi.

Tak hanya pencegahan, layanan rehabilitasi BNNP Kepri juga menjadi sorotan positif. Klinik Pratama BNNP menyediakan rehabilitasi komprehensif bagi pecandu, dengan alur pelayanan yang cepat dan berbasis data – mulai dari konsultasi awal hingga pasca-rehabilitasi.

Hasil survei nasional BNN RI tahun 2024 menunjukkan kepuasan layanan rehabilitasi mencapai 89,63% (kategori A), dan BNNP Kepri berkontribusi signifikan dalam tren positif ini. “Kami tidak hanya menyembuhkan tubuh, tapi juga membangun jiwa. Banyak klien yang kembali produktif, seperti mantan pecandu yang kini berwirausaha di sektor kuliner,” tambah Hanny.

Pencapaian ini sejalan dengan strategi nasional BNN RI tahun 2025, yang menekankan penguatan kolaborasi tematik di wilayah perbatasan dan pesisir, sebagaimana dibahas dalam Musyawarah Perencanaan (Musren) 2025.

Di Kepri, yang rawan sebagai jalur transit narkoba internasional, BNNP telah menggelar raker sinergi stakeholder di kawasan rawan seperti Tanjung Uma, Batam, untuk memetakan potensi SDA dan SDM guna pemberdayaan alternatif. Upaya ini tidak hanya menekan angka penyalahgunaan, tapi juga membangun ketahanan ekonomi masyarakat.

Masyarakat Kepri pun merespons antusias. Ibu Siti, seorang warga Batam yang anaknya pernah menjalani rehabilitasi di BNNP, berbagi cerita: “Dulu saya ragu, tapi sekarang saya bangga. Layanan mereka ramah, gratis, dan hasilnya nyata – anak saya kembali sekolah dan bekerja. Terima kasih BNNP!”

Kisah serupa datang dari Bapak Rahman, nelayan di Tanjung Pinang, yang terlibat dalam sosialisasi antinarkoba: “Kami merasa dilindungi. Transparansi seperti live penggeledahan serentak bulan Juli lalu membuat kami percaya penuh.”

Ke depan, BNNP Kepri menargetkan peningkatan IKM hingga 3,5 pada periode akhir tahun, dengan fokus pada digitalisasi layanan dan pelatihan kepemimpinan pelayanan. “Kami ajak seluruh elemen masyarakat bergabung. Lawan narkoba bukan tugas BNN saja, tapi perjuangan kita semua untuk generasi emas Indonesia,” tutup Hanny.

Pencapaian BNNP Kepri ini menjadi inspirasi bagi provinsi lain, membuktikan bahwa dengan komitmen kuat dan partisipasi masyarakat, Indonesia bisa bersinar bebas narkoba. Mari dukung upaya ini – laporkan, cegah, dan lindungi masa depan kita!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *