Bersama Prabowo, Sumatera Bangkit Lebih Kuat

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Tangkapan Layar Akun Medsos @sekretariat.kabinet

intuisi.net– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung dan intensif memantau proses rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah Sumatra pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda akhir November 2025.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Bencana hidrometeorologi ekstrem tersebut, yang dipicu curah hujan lebat dan kondisi ekologis rentan, telah menewaskan lebih dari 1.200 jiwa dan memaksa jutaan warga mengungsi di provinsi Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.

Namun, dalam tempo dua bulan, pemerintah mencatat lonjakan kemajuan yang luar biasa berkat sinergi seluruh elemen bangsa.

Seskab Teddy menyampaikan tiga poin utama arahan Presiden Prabowo:

  1. Transparansi dan Akuntabilitas Publik Presiden menekankan pentingnya penyampaian informasi secara rutin dan terbuka kepada masyarakat.

  2. “Bapak Presiden ingin seluruh satgas, menteri, serta pejabat terkait terus memberikan update berkala kepada publik. Ini bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam menangani pemulihan,” ujar Seskab Teddy.

  3. Capaian Konkret Pasca Dua Bulan Kerja sama lintas sektor—melibatkan TNI, Polri, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat—membuahkan hasil cepat dan nyata. Beberapa capaian utama meliputi:

    • 5.500 unit rumah hunian telah selesai dibangun, dengan 1.500 unit di antaranya rampung hanya dalam satu bulan pertama.
    • 98 jembatan telah direkonstruksi sepenuhnya di berbagai provinsi terdampak.
    • 99 ruas jalan nasional yang sempat terputus kini telah kembali dapat dilalui, memperlancar distribusi logistik dan mobilitas warga.
    • Di sektor kesehatan, 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang sempat lumpuh telah beroperasi kembali, melayani kebutuhan medis masyarakat.
    • Hampir 100 persen sekolah kembali aktif menyelenggarakan pembelajaran, sementara pasar tradisional dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih normal.

    Fokus pemulihan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga penyaluran bantuan dana langsung kepada pemerintah daerah dan warga terverifikasi.

  4. “Peran kepala daerah sangat krusial dalam verifikasi data. Presiden tidak ragu memberikan segala yang dibutuhkan agar bantuan sampai ke tangan warga sesegera mungkin,” tegas Seskab.

  5. Persiapan Menyambut Ramadan di Tengah Pemulihan Menjelang bulan Ramadan yang tinggal satu minggu lagi, Presiden meminta jajarannya memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya di wilayah terdampak. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa beban kekhawatiran pangan di masa transisi pemulihan.

Menutup keterangannya, Seskab Teddy menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Keberhasilan ini adalah buah kerja sama semua elemen bangsa—pemerintah, aparat, relawan, dan media—yang saling mendukung dan melengkapi.

Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu bangkit lebih kuat pasca musibah,” pungkasnya.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan upaya pemulihan secara holistik, termasuk penguatan ketahanan lingkungan dan pencegahan bencana serupa di masa depan, demi kesejahteraan masyarakat Sumatra yang terdampak.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *