Intuisi.net – Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan dunia teknologi, Apple Inc. dilaporkan mengalami penurunan nilai pasar kumulatif mencapai lebih dari US$108 miliar, setara dengan Rp1.700 triliun (dengan kurs Rp16.430 per US$), sejak peluncuran iPhone 7 pada 16 September 2016. Kerugian ini mencapai puncaknya pasca-peluncuran iPhone 17 baru-baru ini, yang justru memicu aksi jual massal di pasar saham dan menandai titik terendah dalam perjalanan panjang Apple sejak era iPhone 7.
Peluncuran iPhone 7 delapan tahun lalu sempat menjadi tonggak penting bagi Apple, dengan fitur seperti tahan air dan kamera ganda yang menjanjikan era baru inovasi. Namun, sejak saat itu, perusahaan di bawah pimpinan Tim Cook menghadapi berbagai tantangan, termasuk kontroversi baterai (batterygate) pada 2017, perlambatan penjualan iPhone global, persaingan ketat dari Samsung dan Huawei, serta keterlambatan adopsi AI yang membuat investor kecewa.
Puncaknya, acara peluncuran iPhone 17 pada 9 September 2025 yang digadang-gadang sebagai “lompatan terbesar” justru berbalik menjadi bencana finansial. Saham Apple anjlok 1,5% pada hari peluncuran, diikuti penurunan 3,23% keesokan harinya, menghapus nilai pasar hingga US$112 miliar dalam dua hari saja.Menurut analisis dari berbagai sumber keuangan, kerugian ini bukan hanya dampak sementara “sell-the-news” – di mana rumor fitur bocor sebelum acara sehingga mengurangi kejutan – tetapi juga mencerminkan kekhawatiran mendalam atas strategi inovasi Apple.
Fitur iPhone 17, seperti desain lebih tipis pada model iPhone Air dan chip A19 Pro, dinilai sebagai peningkatan inkremental belaka, tanpa terobosan AI signifikan yang diharapkan investor. Selain itu, tekanan tarif impor dari kebijakan Presiden Donald Trump dan penurunan penjualan iPhone di China sebesar 6% menambah beban, mendorong penurunan kumulatif sejak iPhone 7.
Dampak dan Prospek Mendatang:
Nilai Pasar Terkikis: Dari puncak US$3,54 triliun, kapitalisasi pasar Apple kini merosot ke sekitar US$3,48 triliun, setara dengan hilangnya PDB beberapa negara kecil.
Reaksi Investor: Beberapa analis seperti Phillip Securities dan DA Davidson telah menurunkan rating saham Apple menjadi “Reduce” dan “Neutral”, dengan alasan valuasi terlalu tinggi dan kurangnya katalis pertumbuhan.
Langkah Apple: Meski demikian, Apple tetap mempertahankan harga iPhone 17 stabil (mulai dari US$799), menyerap biaya tarif hingga US$1 miliar untuk menjaga daya saing. CEO Tim Cook menegaskan bahwa fokus pada ekosistem AI jangka panjang akan membawa rebound, mirip pola historis di mana saham Apple naik 2,8% dalam sebulan pasca-peluncuran.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa inovasi disruptif, Apple berisiko kehilangan momentum di tengah dominasi AI dari rival seperti Nvidia dan Microsoft. Namun, dengan basis pengguna setia dan pendapatan layanan yang kuat, banyak yang yakin Apple akan bangkit – asal segera menjawab tuntutan pasar.












