intuisi.net – Manchester City benar-benar kehilangan nyawa di leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/26 saat menjamu Real Madrid di Etihad Stadium, Selasa (18/3/2026) dini hari WIB.
Dengan agregat sudah tertinggal 0-3 dari leg pertama di Santiago Bernabeu—di mana Federico Valverde mencetak hat-trick sempurna—City sebenarnya membutuhkan keajaiban empat gol tanpa kebobolan.
Namun, mimpi itu langsung pupus hanya dalam 20 menit pertama.
Bernardo Silva, kapten City, langsung diusir wasit setelah VAR meninjau handball sengaja di garis gawang.
Bola tembakan Vinicius Junior yang membentur tiang sempat diblok tangan Silva, sehingga wasit langsung mengangkat kartu merah langsung. Tak hanya itu, penalti pun diberikan.
Vinicius mengeksekusi dengan dingin pada menit ke-22, membuat skor 0-1 (agregat 0-4) dan suasana Etihad langsung hening.
Pep Guardiola bahkan sempat mendapat kartu kuning karena protes keras ke official keempat. Down to 10 orang dengan defisit besar, City nyaris tak punya pilihan selain menyerang habis-habisan.
Erling Haaland sempat membangkitkan sedikit harapan lewat golnya pada menit ke-41, membuat skor 1-1 di leg kedua. Namun, itu hanya ilusi sesaat.
Real Madrid, yang tampil lebih tenang meski bermain di kandang lawan, tetap solid. Pelatih Alvaro Arbeloa memuji mentalitas skuadnya yang “tak tergoyahkan”.
Lalu, di menit ke-90+3, Vinicius Junior kembali menjadi bintang. Dari umpan silang Aurelien Tchouameni, Vini menyelesaikan dengan tembakan kaki kiri jarak dekat.
Skor berubah 1-2, agregat 1-5. Gol kedua Vini ini sekaligus mengubur seluruh harapan City untuk membalikkan keadaan.
Setelah gol penalti pertamanya, ia sempat melakukan selebrasi “pura-pura menangis” sebagai balasan langsung kepada fans City yang sepanjang pertandingan mengejeknya soal Ballon d’Or.
Trent Alexander-Arnold, yang kini membela Madrid, menyebut penampilan Vinicius “kelas dunia” dan mentalitas Los Blancos “tak tergantikan”.
Bahkan Jeremy Doku dari City mengakui, “Kami bermain bagus meski 10 orang, tapi Madrid memang lebih baik malam ini.”
Dengan kemenangan agregat 5-1, Real Madrid melaju ke perempat final—kemungkinan menghadapi Bayern Munich.
Sementara Manchester City harus menerima kenyataan pahit: dominasi mereka di kompetisi Eropa kembali terhenti oleh tim yang sama untuk musim ketiga berturut-turut.
Malam yang seharusnya menjadi pesta comeback justru berakhir dengan drama merah dan dua gol Vinicius yang tak terlupakan. Etihad yang biasanya bergemuruh kini hanya menyisakan kekecewaan mendalam.
Baca juga:
- Situs resmi UEFA Champions League: https://www.uefa.com/uefachampionsleague/
- Analisis leg pertama babak 16 besar UCL 2025/26: https://intuisi.net/leg-pertama-babak-16-besar-ucl-2025-26/












