Batam, intuisi.net- Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini diambil untuk menyesuaikan arah pembangunan dengan dinamika perekonomian daerah yang terus berkembang, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam yang digelar Senin (3/8/2026), Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan bahwa pendapatan daerah diproyeksikan meningkat menjadi Rp4,25 triliun.
Target pertumbuhan ekonomi Batam diperkirakan berada pada kisaran 6,4 hingga 7,4 persen jauh di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,4 persen.
“Perubahan APBD ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika ekonomi yang terus berkembang. Tujuannya agar setiap kebijakan dan program pembangunan tetap relevan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Amsakar.
Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta ekspansi sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.
Sektor pariwisata juga terus memberikan kontribusi positif melalui peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada perhotelan, restoran, dan transportasi.
Pengembangan kawasan strategis seperti Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi nasional.
“Dengan berbagai potensi yang kita miliki, mulai dari investasi, kawasan ekonomi, hingga sektor pariwisata, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Batam mampu mencapai kisaran 6,4 sampai 7,4 persen,” ujar Amsakar.
Inflasi Kota Batam diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 1,5–3,5 persen, sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat terjaga.
Konsumsi riil per kapita juga diproyeksikan meningkat sebagai indikator membaiknya aktivitas ekonomi.
Peningkatan PAD Jadi Motor Utama
Dalam rancangan perubahan, pendapatan daerah diusulkan naik dari Rp4,18 triliun menjadi Rp4,25 triliun atau sekitar 1,7 persen.
Kontribusi terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan mencapai Rp2,706 triliun, naik sekitar 4,82 persen.
Peningkatan ini didorong optimalisasi objek pajak, penambahan titik videotron untuk pajak reklame, potensi BPHTB, serta penyesuaian target opsen PKB dan BBNKB.
Pendapatan transfer diperkirakan menurun sekitar 3,4 persen akibat penyesuaian DBH dan transfer antardaerah.
Namun, Pemko Batam memperhitungkan tambahan penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah melalui hibah pemerintah pusat dan pengembalian hibah.
Belanja Naik 4,84 Persen, Fokus pada Kebutuhan Masyarakat
Di sisi belanja, anggaran diusulkan meningkat dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun atau naik sekitar 4,84 persen.
Tambahan anggaran diprioritaskan untuk memperkuat pelayanan dasar dan percepatan pembangunan, mencakup:
- Pembangunan sarana pendidikan dan pengadaan bus sekolah
- Peningkatan layanan kesehatan
- Penanganan banjir
- Pembangunan penerangan jalan umum
- Pengelolaan persampahan
- Penyediaan utilitas kawasan permukiman
- Pembangunan marka jalan
“Setiap rupiah yang kita anggarkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas Amsakar.
Ia menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran diarahkan untuk mempercepat realisasi program yang berdampak langsung sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kota investasi.
Kebijakan ini sejalan dengan tema pembangunan Kota Batam Tahun 2026.
“Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”, yang diwujudkan melalui lima prioritas: penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan pariwisata, percepatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketangguhan daerah menghadapi bencana.
Amsakar berharap pembahasan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 berlangsung konstruktif sehingga program prioritas dapat segera direalisasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam.
Dengan kepemimpinan yang adaptif dan fokus pada hasil nyata, Pemko Batam di bawah Amsakar Achmad terus menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan Batam sebagai kota yang tangguh, kompetitif, dan sejahtera.












