Amsakar Achmad 58 Tahun: Usia yang Membawa Batam Melangkah Lebih Jauh

Ketika Ulang Tahun Seorang Pemimpin Menyatu dengan Napas Kota

Dato’ Setia Amanah Amsakar Achmad

Batam, intuisi.net-  Hari ini, tanggal 1 Agustus, bukan sekadar pergantian angka di kalender.

Bagi Kota Batam, hari ini adalah momen ketika ulang tahun seorang pemimpin menyatu dengan napas kota yang dipimpinnya. H. Amsakar Achmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, genap berusia 58 tahun.

Lahir di Sungai Buluh, Singkep Barat, Lingga, pada 1 Agustus 1968, Amsakar tumbuh dari akar yang sederhana.

Perjalanan hidupnya panjang: dari birokrat yang pernah menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dua periode sebagai Wakil Wali Kota mendampingi Muhammad Rudi, hingga terpilih sebagai Wali Kota Batam periode 2025–2030 dengan perolehan suara 278.132 atau 66,01 persen, berpasangan dengan Li Claudia Chandra.

Sejak 20 Februari 2025, ia memegang tanggung jawab ganda yang tidak ringan.

Namun di usia yang baru saja bertambah ini, yang dirayakan bukan hanya usia sang pemimpin. Yang turut merayakan adalah kota yang tengah tumbuh di bawah kepemimpinannya.

Dalam waktu relatif singkat, Batam menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang terasa. Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai angka yang melampaui target, dengan capaian di kisaran Rp44,01 triliun hingga Rp69,3 triliun menurut berbagai laporan resmi.

Pertumbuhan ekonomi kota tembus 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 menembus lebih dari 1,6 juta orang.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ia menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap Batam sebagai destinasi investasi dan pariwisata terus menguat.

Yang lebih penting, kemajuan itu tidak hanya berhenti di level makro.

Program-program prioritas yang dijalankan pasangan Amsakar – Li Claudia menyentuh langsung kebutuhan warga: penanganan banjir yang digesa melalui normalisasi drainase, bantuan bagi lansia, perlindungan pekerja rentan, permodalan bagi UMKM, layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, hingga penataan transportasi publik dan pengelolaan lingkungan.

Semangat “Batam Rumah Kita” yang sering disampaikan Amsakar perlahan menemukan bentuknya di lapangan.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, sosok Amsakar tetap membawa gaya kepemimpinan yang khas. Ia tidak segan menggunakan bahasa lokal yang hangat dan jujur: “Kita apakan sikit Batam ini, biar tak apa kali.”

Kalimat sederhana itu seolah menjadi cermin cara pandangnya terhadap kota ini – bukan sebagai objek yang harus ditaklukkan, melainkan sebagai rumah yang harus dirawat bersama.

Ulang tahun ke-58 ini pun menjadi momen yang tepat untuk merenungkan satu hal: pemimpin yang baik bukan hanya yang mampu menghasilkan angka pertumbuhan, melainkan yang mampu membuat warganya merasa memiliki kota itu. Dan sejauh ini, langkah-langkah yang diambil Amsakar Achmad menunjukkan arah yang jelas.

Selamat ulang tahun, Bapak H. Amsakar Achmad. Semoga kesehatan, keteguhan, dan kebijaksanaan terus menyertai.

Semoga setiap langkah yang diambil ke depan semakin mempererat ikatan antara pemimpin dan kota yang dipimpinnya.

Karena hari ini, Batam tidak hanya merayakan ulang tahun sang wali kota. Batam juga merayakan dirinya sendiri-sebagai kota yang terus belajar tumbuh, bersama pemimpin yang memilih untuk tetap berada di tengah-tengahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *