Drama Penalti Piala Dunia 2026

Jerman dan Belanda Kandas Dramatis

Jerman dan Belanda Kandas di babak 32 besar.

intuisi.net-  Dua raksasa sepak bola Eropa, Jerman dan Belanda, harus angkat koper lebih awal. Keduanya tersingkir secara menyakitkan melalui adu penalti. Pertandingan ini menjadi sorotan dunia.

Paraguay dan Maroko mencatatkan kemenangan bersejarah, membuktikan bahwa di lapangan hijau, segala sesuatu mungkin terjadi.

Jerman: Akhir dari Rekor Sempurna Penalti

Tim besutan Julian Nagelsmann yang dijagokan banyak pihak harus menelan pil pahit. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Paraguay selama 120 menit (termasuk extra time yang sempat kontroversial karena gol Jonathan Tah dianulir VAR), Der Panzer gagal di adu penalti. Skor akhir: Paraguay 4-3 Jerman.

Ini merupakan kekalahan pertama Jerman di babak adu penalti Piala Dunia sepanjang sejarah.

Para bintang seperti Kai Havertz, Woltemade, dan Tah gagal mengeksekusi, sementara kiper Paraguay Orlando Gill tampil bagus.

Paraguay, yang sebelumnya jarang diunggulkan, merayakan kemenangan dramatis ini, salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Belanda: De Oranje Terhenti di Tembok Maroko

Tak lama setelah itu, giliran Belanda yang bernasib sama. Melawan Maroko di Estadio Monterrey, Meksiko, pertandingan berjalan sengit dengan skor 1-1 (gol Cody Gakpo untuk Belanda dan equalizer Issa Diop di menit-menit akhir).

Di adu penalti, Belanda yang dikenal sering kesulitan di tos-tosan ini kembali gagal.

Mereka hanya mencetak 2 dari 5 tendangan (dengan tiga miss dramatis dari pemain seperti Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville), sementara Maroko menang 3-2. Ismael Saibari menjadi pahlawan dengan tendangan penentu.

Maroko, yang pernah mengejutkan dunia di Qatar 2022, kembali membuktikan diri sebagai tim tangguh.

Mereka menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke 16 besar di edisi ini dan akan menghadapi Kanada selanjutnya.

Malam yang Penuh Emosi dan Kejutan

Dalam waktu singkat, total 18 tendangan penalti terjadi di dua laga ini, dengan banyak miss yang membuat jantung penonton berdegup kencang.

Dua tim favorit juara dunia tersingkir di babak yang sama, dengan cara yang sama: penalti. Ini mengingatkan kita pada betapa kejamnya sepak bola, di mana persiapan matang, talenta kelas dunia, dan sejarah gemilang bisa runtuh hanya dalam hitungan detik dari titik putih.

Bagi fans Jerman dan Belanda, ini adalah malam duka. Tapi bagi pecinta bola netral, ini adalah malam keajaiban: underdog naik daun, dan Piala Dunia kembali menunjukkan magisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *