Batam, intuisi.net – Tragedi mengguncang internal Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).
Bripda Natanael Simanungkalit (20 atau 21), anggota Bintara Samapta Angkatan 2025 yang baru beberapa bulan mengenakan seragam Polri, ditemukan tewas di Mess Bintara Remaja, Asrama Polda Kepri, Senin (13/4/2026) malam.
Dugaan kuat menyebut ia menjadi korban kekerasan oleh oknum senior.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tidak wajar dengan luka lebam di tubuh, khususnya punggung.
Hingga Selasa (14/4) siang, proses autopsi masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menentukan penyebab pasti kematian. Ruang forensik RS Bhayangkara dijaga ketat oleh personel Propam.
Video Call Terakhir dengan Ayah: “Baik-baik Saja”
Kepergian Natanael meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Hanya sekitar satu jam sebelum meninggal, ia sempat video call dengan ayahnya, Joni Simanungkalit, sekitar pukul 23.00 WIB Senin malam.
“Saya telepon jam 11 malam, tanya kabarnya. Dia bilang baik-baik saja,” ujar Joni, seperti dikutip oleh sejumlah media. Natanael mengaku sedang bersama teman-temannya.
Joni sempat berpesan agar anaknya melapor ke Propam jika ada masalah, tapi Natanael menjawab semuanya aman.
Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Selasa, keluarga mendapat kabar duka.
Natanael, warga Sagulung, Batam, yang baru dilantik Desember 2025 lalu, meninggal dunia di usia muda. Keluarga mengaku sangat terpukul dan telah melaporkan kasus ini ke polisi.
Polda Kepri Gerak Cepat, Beberapa Personel Diamankan
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menyampaikan duka cita mendalam dari Kapolda Kepri Irjen Pol Asef Syafrudin.
Kapolda telah memerintahkan Kabid Propam dan Dirreskrimum untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan.
“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” tegas Nona. Beberapa personel polisi sudah diamankan untuk diperiksa oleh Bidang Propam dan Ditreskrimum. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan kronologi pasti, apakah berupa pengeroyokan atau bentuk kekerasan lainnya.
Kuasa hukum keluarga, Sudirman, mendesak agar kasus ini dibuka secara terang benderang. “Pokoknya kasus ini terungkap terbuka, tidak boleh ditutupi,” katanya.
Kasus Ini Mengingatkan Pentingnya Pengawasan Internal
Kematian Bripda Natanael menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan internal kepolisian sendiri.
Kasus ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap perilaku oknum yang merusak marwah institusi. Polda Kepri menjanjikan proses hukum yang adil tanpa pandang bulu.
Keluarga dan publik menanti hasil autopsi serta keadilan bagi almarhum Bripda Natanael Simanungkalit, putra terbaik yang baru memulai pengabdian.
Baca Juga:












