Medan, intuisi.net – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar pada 31 Januari–2 Februari 2026 di Medan berakhir dengan dua wajah dramatis: kericuhan fisik antar-kelompok massa dan penetapan Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2025-2030 secara aklamasi.
Kericuhan pecah pada Sabtu siang (1/2/2026) ketika dua kelompok massa yang diduga berasal dari kubu berbeda saling serang menggunakan petasan, batu, bambu, dan kursi plastik di area luar lokasi Musda.
Bentrokan ini membuat situasi sempat tidak terkendali hingga aparat kepolisian bersenjata lengkap turun melakukan pengamanan ekstra.
Meski sempat ricuh, sidang tetap dilanjutkan dan menghasilkan keputusan bulat: Andar Amin Harahap (biasa disapa Andar Amin) terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan sah dari 31 DPD Kabupaten/Kota se-Sumut ditambah dukungan penuh dari Dewan Pertimbangan DPD Golkar Sumut.
Calon lain, Hendriyanto Sitorus, yang sempat mengembalikan formulir pendaftaran di menit-menit akhir, akhirnya tidak melanjutkan pencalonan.
Musa Rajekshah (Ijeck), ketua definitif sebelumnya yang berhasil membawa Golkar Sumut menjadi partai pemenang Pemilu 2024 dan mengantarkan Bobby Nasution-Aulia Rachman sebagai Gubernur-Wagub Sumut terpilih, tidak menghadiri acara puncak Musda.
Kehadiran Wakil Ketua Umum DPP Golkar Tb Ace Hasan Syadzily yang membuka secara resmi dan memuji kinerja Ijeck menjadi penutup simbolis era Musa Rajekshah di Golkar Sumut.
Pengamat politik lokal menyebut Musda kali ini sebagai “klimaks” dari dinamika internal yang sudah memanas sejak akhir 2025: adanya persepsi sebagian kader bahwa Musa Rajekshah terlalu fokus pada tugas negara (sebagai Wakil Gubernur 2018-2023 dan kemudian posisi lain) serta munculnya nama-nama baru yang dianggap lebih energik untuk menghadapi Pileg 2029.
Dalam sambutan pertamanya usai terpilih, Andar Amin Harahap menegaskan akan merangkul semua pihak, termasuk kubu yang sempat bersitegang.
“Saya terpilih secara aklamasi, ini amanah besar. Tantangan kita ke depan adalah mempertahankan Golkar sebagai partai pemenang di Sumut,” ujarnya di hadapan ribuan kader, Minggu dini hari (2/2/2026).
DPP Partai Golkar melalui Tb Ace Hasan Syadzily menyatakan Musda XI Sumut telah sah dan sesuai AD/ART partai.
Dengan terpilihnya Andar Amin, era baru kepemimpinan Golkar Sumut resmi dimulai, sekaligus menutup “klimaks” drama politik internal yang telah berlangsung berbulan-bulan.












