Mengapa IHSG Anjlok Parah ?

Penyebab Utama Rontoknya IHSG – Fokus pada Peran MSCI

Penyebab Utama Rontoknya IHSG – Fokus pada Peran MSCI.

Intuisi.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok parah akhir Januari 2026, turun hingga 7-8% per hari (28-29 Januari), memicu trading halt dua kali berturut-turut.

Penurunan kumulatif mencapai 10-16% di titik terendah, hilang triliunan nilai pasar. Penyebab utamanya? Pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International) pada 27 Januari 2026.

Berikut penjelasan sederhana dan langsung paham mengapa MSCI jadi biang kerok utama.

Apa Itu MSCI dan Mengapa Penting?

MSCI adalah perusahaan global yang buat indeks saham dunia (seperti MSCI Emerging Markets Index).

Indeks ini jadi “panduan” bagi investor institusi besar (dana pensiun, hedge fund) seluruh dunia – total dana kelolaan mencapai triliunan dolar.

Kalau bobot Indonesia di indeks MSCI turun, mereka otomatis jual saham RI.

Ini seperti wasit liga yang ubah aturan: pemain (investor) langsung panik.

Apa yang Dilakukan MSCI?

Pada 27 Januari 2026, MSCI umumkan pembekuan sementara (interim freeze) semua penyesuaian indeks untuk saham Indonesia:

  • Tidak naikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) atau bobot asing.
  • Tidak tambah saham baru ke indeks.
  • Tidak naikkan segmen (misal small cap ke standard).
  • Freeze ini berlaku mulai review Februari 2026.

Alasan utama MSCI (tiga poin krusial):

  1. Transparansi data free float rendah – Free float adalah porsi saham yang benar-benar bisa diperdagangkan bebas (bukan dikunci pemilik besar/keluarga). Data yang dilaporkan BEI dianggap kurang akurat/terpercaya.
  2. Struktur kepemilikan tertutup & terkonsentrasi – Banyak saham dimiliki segelintir orang atau grup, bikin harga mudah dimanipulasi atau volatile.
  3. Potensi perdagangan terkoordinasi – Ada indikasi perilaku yang ganggu pembentukan harga wajar (fair price discovery).

MSCI beri ultimatum: Perbaiki hingga Mei 2026. Kalau tidak, risiko:

  • Bobot Indonesia di indeks dikurangi.
  • Downgrade dari Emerging Market jadi Frontier Market (lebih berisiko, dana asing kabur massal).

Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

  • Investor asing (yang ikut indeks MSCI) langsung panic selling → jual saham RI besar-besaran.
  • Saham big caps (bank, blue chip) yang masuk MSCI ambruk → tarik seluruh IHSG turun tajam.
  • Hasil: Trading halt (28 & 29 Januari), IHSG jeblok dari ~9.000 ke level 8.300-an, lalu lebih rendah lagi.

Ini bukan karena ekonomi RI jelek tiba-tiba, tapi karena kepercayaan investor global terguncang akibat isu struktural pasar (free float & transparansi).

MSCI jadi “alarm” yang membongkar masalah laten.

Apa yang Dilakukan OJK & BEI?

Respons cepat: Naikkan minimal free float jadi 15% mulai Februari 2026, buka data kepemilikan lebih transparan, koordinasi langsung dengan MSCI. Tapi pasar masih ragu, sehingga gejolak berlanjut.

Rontoknya IHSG utamanya karena MSCI freeze – peringatan keras soal transparansi & free float.

Ini wake-up call agar pasar RI lebih terbuka dan adil bagi investor asing. Kalau reformasi sukses sebelum Mei, dana bisa balik. Kalau gagal, risiko lebih besar.

Baca juga:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *