Jakarta, intuisi.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memberikan penghargaan dan bonus kepada para atlet serta pelatih peraih medali pada ajang SEA Games ke-33 di Thailand (9-20 Desember 2025).
Acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026), menandai pengakuan tertinggi negara atas dedikasi para pahlawan olahraga yang berhasil mengantar Indonesia kembali ke posisi runner-up setelah penantian 30 tahun di luar status tuan rumah.
Kontingen Merah Putih berhasil mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Capaian ini melampaui target awal 80 emas dan menjadi raihan emas terbanyak Indonesia di SEA Games luar negeri sejak 1991 (92 emas di Manila).
Prestasi ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen akhir, di bawah tuan rumah Thailand, sekaligus menyamai posisi runner-up terakhir pada SEA Games 1995 di Chiang Mai.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan cermin keberhasilan dan kekuatan suatu bangsa.
“Dalam pembangunan sebuah negara, dalam perjuangan kebangkitan sebuah negara, olahraga adalah satu cermin daripada keberhasilan negara tersebut. Para olahragawan yang dipilih untuk mewakili bangsanya memberi suatu simbol, memberi suatu tanda bahwa bangsa itu bangsa yang kuat,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti bahwa para atlet adalah lambang harga diri dan kebangkitan Indonesia di mata dunia, serta memahami tantangan yang dihadapi, termasuk di cabang olahraga dengan penilaian subjektif. Presiden meminta para atlet untuk tidak berkecil hati dan terus meningkatkan prestasi ke depan.
“Tidak usah berkecil hati, yang penting saudara-saudara telah berjuang sekeras tenagamu, dan sekarang masalahnya adalah bagaimana saudara bisa meningkatkan prestasimu di saat-saat mendatang,” tegas Kepala Negara.
Sebagai bentuk apresiasi konkret, pemerintah memberikan bonus dengan nilai fantastis: hingga Rp1 miliar untuk emas perorangan, Rp500 juta per orang untuk emas beregu, serta nominal proporsional untuk perak dan perunggu.
Total bonus mencapai Rp465,25 miliar, yang disalurkan secara langsung melalui Bank BRI, termasuk kepada pelatih. Penyerahan simbolis dilakukan kepada perwakilan atlet seperti Martina Ayu Pratiwi (triathlon, peraih 7 medali), Rizki Juniansyah (angkat besi, pemecah rekor dunia), dan Edgar Xavier Marvelo (wushu).
Presiden Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada para ketua cabang olahraga (cabor), pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan berkelanjutan, karena tanpa itu prestasi tidak mungkin tercipta.
Acara semakin menghangat dengan momen candaan ringan Presiden kepada Yenny Wahid (Ketua Umum Federasi Panjat Tebing) serta perintah kenaikan pangkat bagi atlet TNI yang berprestasi, seperti Rizki Juniansyah yang naik menjadi Kapten.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam laporannya menekankan kolaborasi solid antara Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan federasi. Ia juga mengumumkan persiapan intensif untuk agenda olahraga besar mendatang, termasuk:
- ASEAN Para Games (20-26 Januari 2026) di Thailand,
- Asian Games di Jepang (19 September-4 Oktober 2026),
- Asian Para Games (18-24 Oktober 2026),
- serta Youth Olympics di Senegal (mulai 31 Oktober 2026).
Erick menambahkan bahwa evaluasi cepat pasca-SEA Games telah dilakukan untuk menyusun strategi optimal menghadapi Asian Games, dengan fokus pada cabor potensial.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mendukung ekosistem olahraga secara holistik, mulai dari pembinaan hingga kesejahteraan atlet.
Bonus besar ini bukan hanya penghargaan, melainkan investasi masa depan bagi para atlet yang telah mempertaruhkan segalanya demi kehormatan bangsa.
Indonesia terus bangkit melalui olahraga—simbol kekuatan, persatuan, dan semangat juang yang tak pernah padam.
Baca juga:
- Siaran Pers Resmi Sekretariat Presiden: Beri Apresiasi Atlet SEA Games, Presiden Prabowo Tegaskan Olahraga Cermin Kekuatan Bangsa
- Liputan Penutupan SEA Games 2025: Indonesia Runner-up di Thailand












