Amsakar Serahkan Rp4,7 M untuk Bencana Sumut

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, berbincang dengan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, usai penyerahan bantuan di di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis (8/1/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

Medan, intuisi.net –  Pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera sejak akhir November 2025 terus digesa, Pemerintah Kota Batam menunjukkan solidaritas tinggi dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp4,7 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Penyerahan simbolis ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, dan diterima oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, pada Kamis (8/1/2026).

Bantuan tersebut terdiri dari Rp2,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam serta Rp2,2 miliar hasil penggalangan donasi dari masyarakat Batam. Dana ini diarahkan untuk mendukung pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak, sebagai bagian dari fase pemulihan jangka panjang.

Kehadiran rombongan Batam, yang turut didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Koordinator Daerah Batam Laksda TNI Berkat Widjanarko, Kepala BIN Daerah Kepulauan Riau Brigjen TNI Bonar Panjaitan, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, menegaskan komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah dan instansi terkait dalam misi kemanusiaan.

Gubernur Bobby Nasution menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan ini, menyebutnya sebagai bentuk kebersamaan di masa sulit. “Terima kasih telah membersamai kami dalam masa sulit ini. Semoga bantuan yang diberikan membawa kebaikan dan menjadi pahala bagi kita semua,” ujar Bobby.

Ia juga memaparkan perkembangan terkini penanganan bencana di Sumut, di mana hingga 8 Januari 2026, jumlah penduduk terdampak mencapai 479.045 kepala keluarga atau 1.803.549 jiwa.

Korban meninggal dunia tercatat 372 jiwa, luka-luka 126 jiwa, hilang 42 jiwa, dan pengungsi sebanyak 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 18 di antaranya terdampak, dengan lima wilayah mengalami kerusakan paling parah.

Bencana ini merupakan bagian dari rangkaian musibah hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat—dengan total korban meninggal mencapai 1.178 jiwa per 7 Januari 2026, termasuk 543 jiwa di Aceh dan sisanya di Sumbar.

Estimasi kerugian keseluruhan mencapai Rp17,23 triliun, dengan fokus utama pemerintah provinsi pada penyelamatan jiwa, pemenuhan logistik, dan penyediaan hunian sementara serta tetap. Status tanggap darurat masih diberlakukan hingga tiga bulan ke depan, sementara upaya rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan lahan pertanian terus digenjot untuk mencegah kemiskinan baru di kalangan petani dan warga terdampak.

Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumut. “Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan amanah dari masyarakat Batam.

Kepedulian warga Batam terhadap korban bencana sangat tinggi, dan ini menjadi tradisi dalam setiap kegiatan besar kami,” katanya. Amsakar berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan, sambil menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Provinsi Sumut dalam membangun hunian tetap bagi pengungsi.

Aksi solidaritas ini tidak hanya terbatas pada Sumut; Pemkot Batam juga telah menyalurkan donasi serupa ke Aceh dan Sumbar, menunjukkan komitmen Batam sebagai pusat ekonomi yang peduli terhadap kemanusiaan di tingkat nasional.

Dengan kolaborasi antara TNI AL Kodaeral IV dan pemerintah daerah, bantuan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemulihan berkelanjutan di wilayah terdampak.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *