Intuisi.net – Indonesia resmi dinominasikan sebagai calon tunggal Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB atau UNHRC) untuk tahun 2026 oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG).
Nominasi ini mencerminkan kepercayaan tinggi dari negara-negara di kawasan Asia-Pasifik terhadap peran dan kepemimpinan Indonesia dalam memajukan agenda hak asasi manusia (HAM) secara global.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), nominasi tersebut akan ditetapkan secara formal dalam pertemuan organisasional Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026 mendatang.
Indonesia saat ini sedang menjalani masa keanggotaan Dewan HAM PBB periode 2024-2026, setelah terpilih kembali untuk keenam kalinya pada Oktober 2023 dengan perolehan suara tertinggi di antara negara-negara Asia-Pasifik.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan dan dukungan dari seluruh negara anggota Kelompok Asia-Pasifik yang telah menominasikan Indonesia sebagai calon tunggal Presiden Dewan HAM PBB 2026,” demikian disampaikan Kemlu RI dalam keterangan resminya.
Menteri Luar Negeri Sugiono juga menyatakan komitmen Indonesia untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. “Indonesia akan terus mendorong dialog dan kerja sama, serta bekerja bersama seluruh anggota Dewan HAM PBB untuk pemajuan dan perlindungan HAM bagi semua,” ujar Menlu Sugiono.
Nominasi ini sesuai dengan mekanisme rotasi regional yang telah disepakati, di mana giliran kepresidenan Dewan HAM PBB untuk siklus ke-20 pada 2026 jatuh pada Kelompok Asia-Pasifik. Kepemimpinan Indonesia di tahun tersebut juga bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB, yang didirikan pada 2006.
Indonesia mengusung tema “A Presidency for All” dengan prioritas utama berupa kepemimpinan yang imparsial, objektif, dan transparan; penguatan dialog serta konsensus; efisiensi dan rasionalisasi kerja Dewan; penguatan kerjasama teknis; serta perspektif negara berkembang dan Asia-Pasifik.
Calon yang diajukan Indonesia adalah Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa.
Dukungan internasional pun mengalir, termasuk dari China yang menyatakan selamat dan siap mendukung Indonesia. “China mendukung Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden baru Dewan HAM PBB dan siap meningkatkan dialog serta kerja sama dengan semua pihak,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Penetapan ini semakin memperkuat posisi Indonesia di panggung diplomasi HAM internasional, sekaligus menjadi bukti pengakuan atas kontribusi aktif Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai HAM yang inklusif dan berorientasi pada kerja sama multilateral.
Baca Juga:












