Batam, intuisi.net – Di tengah hiruk-pikuk persiapan akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Batam hadir sebagai penyelamat dompet warga dengan menggelar Pasar Murah serentak di 47 titik tersebar di 12 kecamatan. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan senjata strategis untuk menggagalkan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bayangkan saja: paket sembako senilai Rp200 ribu bisa diborong hanya dengan Rp100 ribu – beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lain langsung aman di meja makan keluarga!
Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari penuh, mulai hari ini hingga 17 Desember 2025, dirancang dengan pola bergiliran agar tak ada kecamatan yang kehilangan giliran. “Ini wujud nyata kehadiran pemerintah di sisi rakyat. Pemko Batam berkomitmen penuh memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama saat permintaan melonjak seperti sekarang,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat meninjau langsung pelaksanaan di lapangan, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Firmansyah memulai kunjungannya di titik pertama: Perumahan Villa Pesona Asri, Kecamatan Batam Kota. Suasana pagi itu ramai luar biasa – antrean warga mengular, tapi penuh senyum. “Mereka antusias sekali! Ini bukti program kita tepat sasaran,” cerita Gustian sambil memaparkan mekanisme distribusi dan pengawasan ketat agar stok proporsional di setiap titik tak pernah kering. Pada hari pertama, Pasar Murah juga menyapa Kecamatan Sekupang, tepatnya di Kantor Lurah Tanjung Pinggir (Titik 6), berdasarkan pemetaan kebutuhan warga untuk pemerataan akses.
Tak berhenti di situ, Firmansyah menekankan sinergi tim. “Koordinasi antarperangkat daerah adalah kunci. Terima kasih kepada Disperindag atas kerja kerasnya – distribusi lancar, tertib, dan benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan,” tambahnya dengan nada bangga.
Warga yang beruntung merasakan manfaat langsung pun tak henti-hentinya berterima kasih. “Alhamdulillah, Pemko Batam selalu ingat kami. Beban belanja bulanan jadi ringan, bisa fokus rayakan Nataru tanpa khawatir harga melambung,” ujar salah seorang ibu rumah tangga di lokasi, mewakili suara ratusan peserta.
Lebih luas lagi, inisiatif ini bagian dari komitmen Pemko Batam menjaga stabilitas harga dan stok pangan. Dengan inflasi yang rawan naik di akhir tahun, Pasar Murah ini diharapkan jadi tameng kuat agar kesejahteraan warga terus terdongkrak. Dan tak lupa, Pemko juga gencar dorong UMKM lokal bangkit – seperti dalam Gebyar UMKM Batam 2025 yang baru saja digelar, menargetkan 1.000 UMKM siap ekspor dalam lima tahun ke depan.
Melalui pinjaman murah hingga Rp20 juta, pelatihan digital marketing, dan akses pasar modern, UMKM Batam kian tangguh, ciptakan lapangan kerja baru, dan tingkatkan daya beli masyarakat. Ini sinergi sempurna: sembako murah hari ini, ekonomi mandiri besok!
Pemko Batam optimis, dengan 47 titik ini, inflasi Nataru bisa terkendali rapat, dan senyum warga semakin lebar. Yuk, ikuti terus update kegiatan di situs resmi Media Center Batam dan baca kisah inspiratif UMKM Batam menuju ekspor. Bagikan berita ini agar tetangga Anda tak ketinggalan – siapa tahu, giliran Pasar Murah berikutnya tepat di depan rumah!












