Pertandingan yang digelar di tengah hawa dingin Chiang Mai berlangsung penuh tensi, membalikkan kekalahan memalukan 0-3 dari Indonesia di SEA Games 2023. Asuhan pelatih Tom Saintfiet, Filipina menerapkan formasi defensif 5-3-2 yang kokoh, membatasi serangan Garuda Muda meski Indonesia menguasai bola hingga 62% dan melepaskan 16 tembakan—delapan tepat sasaran.
Peluang emas Indonesia datang dari sundulan Rizky Ridho (menit 12) dan tendangan melengkung Arkhan Kaka yang membentur tiang (menit 28), tapi kiper Neil Patel tampil brilian dengan tiga penyelamatan krusial, termasuk blok sundulan Ramadhan Sananta di babak kedua.
Momen penentu lahir dari serangan balik kilat: umpan silang Javier Mariona dari sisi kiri disambut sundulan akurat Banatao, melewati Ernando Ari. VAR mengonfirmasi gol legal, meski Indonesia sempat protes soal offside.
Babak kedua menjadi tekanan total bagi Indra Sjafri, yang memasukkan Hokky Caraka dan Sananta untuk membuka ruang, tapi upaya penyeimbang dihentikan VAR karena offside milimeter di menit 89.
Kemenangan ini menempatkan Filipina di puncak Grup C dengan 6 poin sempurna (setelah menang 2-0 atas Myanmar), lolos langsung ke semifinal pada 15 Desember—menanti juara Grup A atau B.
Sementara itu, Indonesia terpuruk di dasar klasemen dengan 0 poin, tanpa andalan Marselino Ferdinan akibat cedera.
Peluang lolos sebagai runner-up terbaik kini bergantung pada kemenangan telak atas Myanmar (12/12) dan hasil buruk Filipina di laga pamungkas.
Indra Sjafri tak menutupi frustrasinya: “Kami dominan tapi boros peluang. Marking di set-piece gagal, itu pelajaran mahal. Anak-anak berjuang, tapi sepak bola soal efektivitas.”
Manajer tim Sumardji menambahkan, “Pemain seperti Ivar Jenner dan Dion Markx kecewa, tapi ini bukan akhir—kami bangkit untuk Myanmar.”
Banatao, pahlawan malam itu, berkata: “Ini untuk seluruh Filipina yang sudah lama menanti. Kami bukan kuda hitam lagi—kami siap juara!”
Reaksi meledak di X, dengan #AzkalsSemis trending global dan #GarudaMudaBangkit mendominasi Indonesia.
Netizen Filipina memuji “karma” atas kontroversi lemparan jauh Indonesia di laga sebelumnya, sementara fans Garuda menyoroti performa individu seperti Jenner yang dipuji pelatih lawan.
Pelatih Filipina, Garrath McPherson, malu-malu soal target emas: “Kami menjanjikan, tapi langkah demi langkah.”












