898 Jiwa Melayang di Tragedi Sumatra 2025

Banjir Bandang & Longsor Tewaskan Ratusan di Aceh, Sumut & Sumbar – Evakuasi Terus Berlangsung di Tengah Cuaca Ekstrem

Petugas Gabungan Penanggulangan Bencana mengevakuasi korban ke Posko.

Intuisi.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan tragis korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November lalu.

Hingga Sabtu (6/12/2025) sore, total korban meninggal dunia mencapai 898 jiwa, dengan 451 orang masih dinyatakan hilang dan lebih dari 4.200 warga mengalami luka-luka. Angka ini menjadikan bencana ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir di Pulau Sumatra, dipicu oleh curah hujan ekstrem, luapan sungai besar, dan kontur tanah rawan longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban terus berlangsung intensif meski cuaca buruk menjadi penghalang utama. “Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat lokal bekerja tanpa henti.

Penambahan alat berat dan posko darurat di titik strategis telah mempercepat akses bantuan, tapi tantangan medan pegunungan dan isolasi wilayah masih tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual pagi ini.

Aceh: Pusat Penderitaan dengan Korban Tertinggi

Provinsi Aceh menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan 354 jiwa meninggal dunia, 114 orang hilang, dan sekitar 3.500 warga terluka. Bencana ini menewaskan korban akibat terseret arus banjir bandang, tertimpa material longsor, maupun insiden saat penyelamatan mandiri. Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi sorotan utama, di mana Kapolda Aceh menilai kondisi Aceh Tamiang “sangat memprihatinkan” karena banjir yang melanda secara mendadak.

Beberapa wilayah masih terisolasi akibat kerusakan parah jalan nasional. Tim gabungan kini membuka jalur darurat untuk evakuasi dan distribusi logistik. Haji Uma, tokoh masyarakat, mendesak pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional guna mempercepat bantuan ke pedalaman Aceh Utara: “Kami terobos banjir untuk salurkan bantuan darurat. Status nasional akan membuka pintu anggaran lebih luas.” Lebih lanjut, data BNPB mencatat 5.200 rumah rusak dan 18 kabupaten terdampak di Aceh saja.

Sumatera Barat: Kerusakan Infrastruktur Total, Bantuan Udara Jadi Penyelamat

Di Sumatera Barat, korban jiwa mencapai 226 orang meninggal, 213 hilang, dan 112 terluka. Kabupaten Tanah Datar dan Agam paling terpukul, dengan beberapa nagari mengalami kerusakan total akibat longsor dan banjir. Total 555 titik jalan rusak—termasuk 62 jalan nasional—mengisolasi ratusan ribu jiwa di 8 kabupaten/kota.

Upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan infrastruktur: 25 unit alat berat (eskavator, dozer, loader) dikerahkan untuk membersihkan puing longsor setebal 2-4 meter di Agam dan Tanah Datar. Sebanyak 22 jembatan darurat Bailey akan dipasang dalam 3-5 hari ke depan untuk memungkinkan truk logistik 5-10 ton melintas.

Sementara itu, bantuan udara menjadi andalan utama. Hingga 3 Desember, 18 ton logistik—termasuk makanan tinggi protein, obat-obatan, selimut, dan pakaian—didistribusikan via helikopter TNI AU, Basarnas, dan Polairud ke nagari terisolasi di Agam (4,1 ton), Padang Pariaman (843 kg), dan Solok (808 kg). Presiden Prabowo Subianto, yang meninjau lokasi pada 1 Desember, menekankan: “Agar semua pihak bekerja tanpa alasan lambat.” Kunjungan beliau juga mencakup tinjauan ke tiga provinsi bencana.

Sumatera Utara: Medan Sulit Hambat Pencarian di Lereng Bukit

Sumatera Utara mencatat 544 jiwa meninggal, 123 hilang, dan 647 terluka. Kondisi medan pegunungan dan desa-desa di lereng perbukitan memperlambat operasi SAR. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi hotspot dengan 89 korban tewas. Fasilitas umum rusak parah: 27 jembatan, 19 rumah ibadah, 54 sekolah, dan 1 puskesmas hancur di Sumut.

Secara keseluruhan, bencana ini memengaruhi 3,3 juta jiwa di 50 kabupaten, dengan 835 ribu pengungsi dan kerusakan mencapai 9.400 rumah serta infrastruktur vital seperti jembatan (45,48% rusak) dan fasilitas pendidikan (32,92%).

Harapan Pemulihan: Dukungan Teknologi dan Anggaran Nasional

Di tengah duka, ada sinar harapan. Layanan internet satelit Starlink digratiskan hingga akhir Desember untuk korban, memudahkan akses informasi dan komunikasi. Presiden Prabowo menjamin alokasi anggaran khusus untuk rekonstruksi, sementara normalisasi sungai di Pesisir Selatan mencegah banjir lanjutan.

BNPB mengajak masyarakat berpartisipasi melalui donasi resmi via rekening BNPB atau platform terverifikasi. “Kami tak mengira besarnya dampak ini, tapi bersama kita bangkit,” tutur Kepala BNPB. Pantau update terkini di situs resmi BNPB.

Untuk detail lebih lanjut:

Bencana alam ini mengingatkan kita akan kerapuhan bumi. Mari dukung pemulihan Sumatra—setiap bantuan berarti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *