BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi mengumumkan status kesiapsiagaan maksimum menghadapi gelombang bencana hidrometeorologi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan keras ini disampaikan langsung usai menerbitkan Surat Edaran Nomor 49 Tahun 2025 tentang Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Rabu (3/12/2025) pagi.
“BMKG sudah berikan sinyal merah. Puncaknya mulai hari ini hingga pertengahan Desember, bahkan berlanjut sampai awal 2026. Kita tidak boleh lengah satu detik pun,” tegas Amsakar dengan nada serius di hadapan wartawan di Pendopo Wali Kota.
Tiga ancaman besar yang akan menghantam Batam secara bersamaan:
- Banjir Rob Raksasa (4–13 Desember 2025, bertepatan dengan Super Full Moon + Perige (jarak Bulan terdekat ke Bumi). Ketinggian pasang maksimum diprediksi tembus 3,2–3,6 meter, memicu pasang tertinggi tahun ini. Kawasan terancam parah di Batam: Pesisir Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Bengkong, Sagulung, dan seluruh kampung nelayan. Risiko: Banjir di permukiman pantai, gangguan operasional pelabuhan (bongkar muat barang & pergerakan kapal), genangan di tambak garam, serta kolam ikan darat. Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, memperingatkan: “Kombinasi Perigee dan Bulan Purnama ini dapat memicu pasang tertinggi tahun ini. Kami meminta masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas di kawasan pantai untuk benar-benar meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Aktivitas bongkar muat barang dan pergerakan kapal dapat terganggu ketika rob terjadi bersamaan dengan jam pasang maksimum.”
- Hujan ekstrem + angin kencang >60 km/jam hingga Januari 2026, berpotensi banjir bandang dan pohon tumbang massal.
- Longsor di lereng-lereng rawan (Tanjung Uncang, Tiban, Tembesi, Sei Harapan, dll) akibat tanah jenuh air.
Perintah langsung Wali Kota kepada seluruh warga Batam:
- Camat & lurah wajib selesaikan pemetaan titik rawan + jalur evakuasi paling lambat 7 Desember 2025.
- RT/RW diminta kerja bakti massal besok Sabtu (6/12) untuk bersihkan seluruh drainase, parit, dan memangkas pohon rawan tumbang.
- Setiap rumah di pesisir wajib angkat barang elektronik & dokumen penting ke lantai atas mulai hari ini.
- Perkuat atap, genteng, dan jendela sekarang juga.
- Wajib siapkan Tas Siaga Bencana 72 jam (KTP, akta, obat, senter, powerbank, makanan kaleng, peluit).
- Jika terjadi darurat, langsung telepon 112 (gratis, tanpa pulsa).
- Pantau update cuaca & pasang surut secara real-time via aplikasi Info BMKG, situs maritim.bmkg.go.id, atau media sosial resmi BMKG. Amankan barang berharga di tempat tinggi, hindari aktivitas pantai saat jam pasang maksimum, dan koordinasikan dengan instansi terkait jika banjir signifikan.
“Jangan tunggu air masuk rumah baru panik. Sekarang waktunya bertindak,” tandas Amsakar. Ramlan menambahkan: “Kami berharap kewaspadaan dini ini dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.”
Informasi real-time cuaca & banjir rob dapat dipantau di: 🔗 https://intuisi.net/bmkg-banjir-rob-ancam-pesisir-kepri/ 🔗 Media Center resmi Pemko Batam: https://mediacenter.batam.go.id
Warga yang waspada = warga yang selamat.
Intuisi.net – Kami laporkan sebelum terjadi.












