PBNU: GUS YAHYA RESMI DICOPOT

Dari kisruh berbulan-bulan, ultimatum 3 hari Syuriyah, hingga keputusan dini hari yang mengguncang Nahdlatul Ulama

Gus Yahya Cholil Staquf resmi dicopot dari jabatan Ketua Umum PBNU Efektif 26 November 2025 pukul 00.00 WIB
Gus Yahya Cholil Staquf resmi dicopot dari jabatan Ketua Umum PBNU Efektif 26 November 2025 pukul 00.00 WIB

Intuisi.net – Dalam sidang tertutup yang berlangsung dramatis hingga dini hari tadi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dari jabatan Ketua Umum PBNU efektif hari ini, Rabu 26 November 2025. Pengumuman ini menjadi puncak dari kisruh panjang yang mengguncang organisasi Islam terbesar di Indonesia selama beberapa bulan terakhir.

Awal Mula Kisruh Konflik bermula sejak pertengahan 2025 ketika sejumlah pengurus wilayah (PWNU) dan cabang secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap gaya kepemimpinan Gus Yahya. Kritik utama tertuju pada:

  • Sentralisasi kekuasaan yang dianggap berlebihan di tangan Ketua Umum
  • Pengelolaan keuangan PBNU yang dinilai kurang transparan
  • Penunjukan sejumlah jabatan strategis tanpa musyawarah luas
  • Pernyataan-pernyataan kontroversial Gus Yahya di forum internasional yang dianggap “melenceng” dari khittah NU

Puncaknya terjadi pada Oktober 2025 ketika 23 PWNU secara serentak mengeluarkan pernyataan “kehilangan kepercayaan” terhadap kepemimpinan Gus Yahya dan meminta Sidang Pleno Luar Biasa.

Ultimatum 3 Hari dari Syuriyah Pada 23 November 2025, Badan Syuriyah PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengeluarkan surat bernada ultimatum: Gus Yahya diberi waktu 3×24 jam untuk menjelaskan pertanggungjawaban secara lengkap di hadapan gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah.

“Dalam waktu tiga hari ini, jika tidak ada penjelasan yang memuaskan dan tidak ada itikad baik untuk memperbaiki, maka Syuriyah akan mengambil langkah sesuai kewenangan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PBNU,” demikian bunyi surat yang beredar luas di kalangan nahdliyin.

Pertemuan maraton digelar tertutup di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, sejak Senin (24/11) malam hingga Rabu dini hari. Puluhan kiai sepuh dari Syuriyah hadir langsung, termasuk KH Anwar Manshur, KH Nurul Yaqin, dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang datang meski dalam kondisi kesehatan kurang fit.

Keputusan Akhir: Pemberhentian dengan Hormat Rapat harian Syuriyah PBNU yang dimulai pukul 01.30 WIB dan berakhir pukul 04.15 WIB, Rabu (26/11) memutuskan:

  1. Memberhentikan dengan hormat KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.00 WIB.
  2. Menunjuk Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum hingga Muktamar LUAR BIASA digelar paling lambat 6 bulan ke depan.
  3. Membentuk Tim Penyelesaian Krisis yang beranggotakan 9 kiai sepuh untuk menjaga stabilitas organisasi.

Dalam pernyataan resminya, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori menyatakan: “Langkah ini terpaksa diambil demi menjaga marwah dan keutuhan Nahdlatul Ulama. Keputusan ini bukan karena dendam, tapi karena cinta kepada NU. Gus Yahya tetap saudara kami, tetap keluarga besar Nahdlatul Ulama.”

Hingga berita ini diturunkan, Gus Yahya belum memberikan pernyataan resmi. Akun media sosial pribadinya terakhir aktif pada 24 November 2025 dengan hanya menuliskan ayat: “Hasbunallah wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung).

Nahdliyin di berbagai daerah bereaksi keras. Tagar #SaveNU dan #KembalikanNUkeKhittah menjadi trending nomor 1 di X (Twitter) Indonesia sejak pagi ini.

Krisis kepemimpinan terbesar sejak era Gus Dur ini masih akan berlanjut. Muktamar Luar Biasa yang akan datang diprediksi menjadi pertarungan paling sengit dalam sejarah seratus tahun Nahdlatul Ulama.

nu.or.id/nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *