Amsakar Hadiri Reses Novela di KDA

Wali Kota Batam Bongkar Fakta: Usulan Pembangunan Rp9 Triliun, Anggaran Hanya Rp4,2 Triliun

Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad (tengah) bersama Anggota DPRD Kota Batam Novela F. Sinaga dan warga pada Reses Masa Persidangan I Tahun 2025 di Pendopo Cluster Cendrawasih Merak, KDA, Batam, 24 November 2025.

Batam, intuisi.net – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh masyarakat Kota Batam untuk lebih aktif menyampaikan kebutuhan dan permasalahan wilayah melalui kegiatan reses anggota DPRD. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas hanya akan lahir dari suara langsung masyarakat yang merasakan kondisi di lapangan.

Reses DPRD Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat ke Pembangunan Kota

Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar Achmad saat menghadiri reses Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Golkar, Novela F. Sinaga, pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025. Acara berlangsung di Pendopo Cluster Cendrawasih Merak, Perumahan Kota Delta Asri (KDA), Senin malam (24/11/2025).

“Reses adalah amanah negara kepada anggota DPRD untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Ini menjadi dasar penting dalam merumuskan program dan menetapkan skala prioritas pembangunan Batam,” tegas Amsakar.

Pembangunan Harus Lahir dari Suara Masyarakat, Bukan Hanya dari Meja

Amsakar menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berbasis perencanaan teknokratis di belakang meja. Ia mengajak warga memanfaatkan momentum reses untuk menyuarakan kebutuhan nyata di lingkungan masing-masing.

“Saya percaya pembangunan tidak bisa dilakukan hanya dari belakang meja. Pembangunan harus lahir dari suara masyarakat. Mari bersama-sama kita bangun Batam agar semakin maju,” ujar Amsakar.

Total Usulan Pembangunan Capai Rp9 Triliun, Anggaran Hanya Rp4,2 Triliun

Wali Kota juga memaparkan proses penyusunan rencana pembangunan Batam yang melibatkan tahapan reses DPRD, Musrenbang kelurahan, kecamatan, kota, hingga penyesuaian dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dari seluruh usulan masyarakat dan perangkat daerah, total kebutuhan pembangunan mencapai sekitar Rp9 triliun. Namun, kemampuan keuangan daerah tahun ini hanya sekitar Rp4,2 triliun.

“Itu artinya ada sekitar Rp5 triliun usulan yang belum dapat terakomodasi. Oleh karena itu, kita harus bijak menetapkan prioritas yang benar-benar mendesak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Warga Diminta Proaktif: “Apa yang Kita Bangun Hari Ini Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat”

Di akhir sambutannya, Amsakar kembali mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap forum aspirasi.

“Di momentum reses ini, silakan sampaikan semua aspirasi. Karena apa yang kita bangun hari ini harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” pungkasnya.

Kegiatan reses yang dihadiri ratusan warga Perumahan KDA tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *