Intuisi.net – Suasana Salat Jumat yang seharusnya damai di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta Utara berubah menjadi kekacauan total akibat ledakan misterius yang mengguncang lokasi tersebut sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden tragis ini menewaskan tidak ada nyawa, tetapi melukai setidaknya 8 orang, termasuk siswa dan staf sekolah, yang kini sedang dirawat di rumah sakit terdekat.
Ledakan pertama terdengar tepat setelah khutbah Jumat selesai dan iqomah mulai dikumandangkan. Saksi mata, seorang siswa bernama Sela, menggambarkan momen tersebut sebagai “seperti petir yang menyambar di dalam masjid”.
Ledakan kedua dan ketiga dilaporkan menyusul di area luar masjid sekolah, menyebabkan kepanikan massal di kalangan ratusan siswa yang sedang menunaikan ibadah. “Saya lihat ada tiga jenis bom, tapi hanya dua yang meledak. Semua berlarian keluar, bau mesiu langsung tercium,” ujar Sela kepada awak media di lokasi.
SMA Negeri 72, yang terletak di Jalan Prihatin No. 87, Kelapa Gading Barat, berada di dalam kompleks TNI Angkatan Laut Kodamar, menambah lapisan keamanan alami di sekitar area tersebut. Namun, insiden ini tetap mengejutkan warga sekitar.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dispamkar) DKI Jakarta langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan 10 personel untuk memastikan tidak ada kebakaran susulan. “Kami menerima laporan pukul 12.09 WIB dari saksi bernama Zulfikar. Area sudah steril, tapi kami masih mendalami sumber ledakannya,” kata seorang petugas Dispamkar.
Korban luka-luka, yang semuanya mengalami luka bakar ringan hingga sedang, segera dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih di Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa dua korban awal dilarikan terlebih dahulu, dan jumlahnya bertambah menjadi delapan berdasarkan data terbaru. “Semua korban sadar dan tidak ada yang mengancam jiwa. Tim medis sedang menangani mereka dengan baik,” tambahnya.
Penyelidikan motif masih menjadi prioritas utama aparat. Tim Gegana dan Densus 88 sudah dikerahkan untuk menyisir lokasi, termasuk menemukan dugaan senjata rakitan di sekitar sound system masjid yang rusak parah. Seorang siswa lain, Sena, menduga insiden ini terkait kasus bullying di sekolah. “Pelakunya terindikasi siswa kelas 12 yang sering jadi korban bully. Mungkin ini balas dendam, tapi kami belum tahu pasti,” katanya.
Dugaan awal menyebut ledakan berasal dari bom rakitan atau kerusakan perangkat elektronik, meski polisi belum mengonfirmasi. “Belum tentu aksi terorisme, tapi kami dalami semua kemungkinan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djamari Chaniago.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memimpin langsung operasi sterilisasi di TKP. “Kami pasang police line dan pastikan tidak ada ledakan susulan. Sekolah sudah dievakuasi, siswa dibolehkan pulang lebih awal,” jelasnya dari RS Islam Cempaka Putih. Hingga sore ini, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku atau motif pasti, tetapi polisi menjanjikan update secepatnya.
Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas sekolah. Kepala Sekolah SMA Negeri 72, yang enggan disebut namanya, menyatakan, “Kami prihatin sekali. Salat Jumat yang suci jadi momen tragis. Doakan pemulihan cepat untuk semua.”
Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan hoaks. Penyelidikan terus berlanjut, dan update akan disampaikan segera. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesadaran anti-bullying dan keamanan sekolah di Indonesia.












