Intuisi.net – Negara Maroko sekali lagi menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah sepak bola dunia. Timnas U-20 Atlas Lions baru saja mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2025 setelah mengalahkan Argentina 2-0 di final yang digelar di Estadio Nacional Julio Martínez Prádanos, Santiago, malam Minggu (19/10) waktu setempat.
Kemenangan ini bukan hanya trofi pertama bagi Maroko di level U-20 dunia, tapi juga menjadikan mereka sebagai negara Arab pertama yang meraih gelar tersebut, sekaligus memperkuat dominasi sepak bola Maroko di berbagai kategori usia.
Yassir Zabiri menjadi pahlawan malam itu, mencetak brace krusial yang membungkam mimpi Argentina. Gol pertamanya lahir di menit ke-32 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, sementara gol kedua di babak kedua memanfaatkan umpan silang akurat dari rekan setimnya. “Ini mimpi yang menjadi nyata bagi kami dan seluruh rakyat Maroko.
Kami bermain dengan hati dan semangat juang yang tak tergoyahkan,” ujar pelatih Timnas U-20 Maroko, Issame Charaï, pasca-pertandingan. Kemenangan ini juga menandai gelombang sukses berkelanjutan bagi generasi muda Maroko, yang terus membangun fondasi kokoh untuk masa depan sepak bola negeri Maghreb itu.
Prestasi ini datang di tengah dominasi luar biasa Timnas Maroko di semua kategori usia, yang semakin mempertegas status mereka sebagai kekuatan emerging di sepak bola Afrika dan dunia. Hanya dua tahun lalu, skuad U-23 Maroko meraih gelar juara Piala Afrika U-23 2023, membuka jalan bagi perjalanan heroik mereka di Olimpiade Paris 2024, di mana mereka menyabet medali perunggu – pencapaian terbaik bagi wakil Afrika di ajang lima lingkaran.
Tak berhenti di situ, kategori U-17 juga ikut berpesta dengan gelar juara Piala Afrika U-17 2025 , sementara U-20 sempat menembus final Piala Afrika U-20 2025 meski harus puas sebagai runner-up . Dan tentu saja, puncak kebanggaan nasional tetap dipegang oleh tim senior yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 – posisi keempat terbaik di turnamen terakbar dunia .
“Sepak bola Maroko sedang berada di puncaknya. Dari U-17 hingga senior, kami telah membuktikan bahwa talenta muda kami siap bersaing di level global. Ini bukan kebetulan, tapi hasil dari investasi sistematis dalam pengembangan pemuda,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), Fouzi Lekjaa, dalam pernyataan resminya. Kemenangan U-20 ini juga melanjutkan warisan sukses Afrika, menjadi gelar kedua bagi benua hitam setelah Ghana pada 2009.
Ribuan penggemar Maroko yang menyaksikan laga final melalui siaran langsung di negeri asal mereka langsung membanjiri jalan-jalan kota-kota besar seperti Casablanca dan Rabat, merayakan kemenangan dengan nyanyian “Light the Fire” – lagu ikonik yang lahir dari euforia Piala Dunia 2022. Bagi generasi muda Maroko, trofi ini bukan akhir, melainkan awal dari era baru dominasi.
Dengan skuad U-20 yang dipenuhi bintang potensial seperti Zabiri, Maroko kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, siap menaklukkan panggung dunia yang lebih besar.Maroko, negara yang terus bangkit dari setiap tantangan, kini berdiri tegak sebagai raja muda sepak bola.
Selamat, Atlas Lions!












