Intuisi.net – Hati pecinta sepak bola Indonesia kembali tersayat. Timnas Indonesia harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan dramatis 0-1 dari Timnas Irak dalam laga hidup-mati Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu dini hari WIB, menjadi panggung kegagalan Garuda yang penuh drama, peluang sia-sia, dan kontroversi wasit.
Peluang Emas yang Tak Berbuah
Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert memulai laga dengan semangat membara. Mauro Zijlstra, penyerang muda berusia 20 tahun, nyaris membuka keunggulan pada menit kelima. Sontekan dan sundulannya, meski penuh determinasi, masih belum menemui sasaran.
Semangat Garuda terus bergelora, dan pada menit ke-33, sebuah skema sepak pojok cerdas dari Thom Haye dan Calvin Verdonk hampir membuahkan gol. Tembakan Eliano Reijnders membentur pemain Irak, memantul ke mistar gawang, namun pelanggaran kecil di kotak penalti menggagalkan peluang tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, Dean James mendapat kesempatan emas lewat tendangan bebas di menit ke-45+5. Sayang, bola masih melenceng tipis dari gawang kiper Irak, Jalal Hassan. Babak pertama ditutup tanpa gol, meski Indonesia tampil menekan.
Kebuntuan dan Pukulan Telak Irak
Memasuki babak kedua, Irak mulai menemukan ritme. Pada menit ke-59, Youssef Amyn gagal memanfaatkan peluang emas saat tembakannya melambung di atas mistar gawang Maarten Paes. Indonesia membalas lewat sepakan keras Kevin Diks pada menit ke-65, namun Jalal Hassan tampil sigap mengamankan gawangnya.
Momen yang mengubah segalanya terjadi pada menit ke-75. Zidane Iqbal, gelandang Irak, melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Maarten Paes. Bola bersarang di sudut kiri gawang, membuat Irak unggul 1-0. Stadion bergemuruh, sementara harapan Indonesia mulai meredup.
Kontroversi Wasit Ma Ning
Kekecewaan Garuda tak hanya datang dari gol Irak. Wasit Ma Ning asal China menjadi sorotan utama karena keputusan-keputusan kontroversialnya. Pada menit ke-78, Kevin Diks menjadi korban tendangan keras dari bek kiri Irak, Merchas Doski. Alih-alih menghadiahi Indonesia tendangan bebas atau bahkan kartu merah untuk Doski, Ma Ning justru memberikan tendangan bebas untuk Irak, memicu kemarahan pemain dan pendukung Indonesia.
Di penghujung laga, Irak harus bermain dengan 10 pemain setelah Zaid Tahseen diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-99. Namun, 11 menit tambahan waktu yang diberikan wasit tak cukup bagi Indonesia untuk menyamakan kedudukan. Serangan demi serangan yang dibangun Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Mauro Zijlstra gagal menembus pertahanan rapat Irak.
Juru Kunci Grup B
Kekalahan ini memastikan Timnas Indonesia finis sebagai juru kunci Grup B, setelah sebelumnya takluk 2-3 dari Arab Saudi pada 8 Oktober 2025. Performa buruk di dua laga krusial membuat pasukan Patrick Kluivert harus menelan pil pahit dan mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026.Susunan Pemain
Timnas Irak (4-4-2): Jalal Hassan; Hussein Ali, Zain Tahseen, Munaf Younus, Merchas Ghazi; Ibrahim Bayesh, Bashar Resan, Amir Fouad, Kevin Enkido; Sherko Kareem, Mohanad Ali.
Pelatih:
Graham Arnold Timnas Indonesia (4-2-3-1): Maarten Paes; Kevin Diks, Rizky Ridho, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Calvin Verdonk; Eliano Reijnders, Thom Haye, Ricky Kambuaya; Mauro Zijlstra.
Pelatih: Patrick Kluivert
Catatan Kelam untuk Garuda
Kekalahan ini bukan hanya akhir dari perjuangan di kualifikasi, tetapi juga meninggalkan tanya besar soal strategi, mentalitas, dan keadilan dalam sepak bola. Akankah Timnas Indonesia bangkit dari keterpurukan ini? Hanya waktu yang akan menjawab, sementara para penggemar Garuda kini hanya bisa berharap pada keajaiban di masa depan.












