Intuisi.net – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menyetujui Resolusi Deklarasi New York yang mendukung pembentukan negara Palestina merdeka. Resolusi ini disahkan dengan dukungan mayoritas, yakni 142 negara mendukung, 10 menolak, dan 12 abstain, dalam sidang yang digelar di Markas Besar PBB di New York. Resolusi ini merupakan hasil dari konferensi internasional yang digagas oleh Prancis dan Arab Saudi, yang bertujuan mencari solusi damai untuk konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Deklarasi New York memuat peta jalan komprehensif untuk mewujudkan solusi dua negara, yang mencakup sejumlah poin penting: gencatan senjata di Jalur Gaza, pembebasan sandera, pembentukan negara Palestina yang berdaulat, pelucutan senjata kelompok Hamas, normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab, serta jaminan keamanan kolektif di kawasan. Peta jalan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.
Meskipun resolusi ini mendapat dukungan luas dari negara-negara besar seperti Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, Ukraina, Indonesia, Malaysia, dan Jepang, Israel dengan tegas menolak resolusi tersebut. Pemerintah Israel menyebutnya sebagai “langkah kosong” yang tidak realistis. Namun, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa implementasi solusi dua negara adalah kunci untuk mencapai perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut.“
Solusi dua negara bukan sekadar opsi, tetapi keharusan untuk mengakhiri siklus kekerasan dan membangun masa depan yang aman bagi rakyat Israel dan Palestina,” ujar Guterres dalam pernyataannya usai pengesahan resolusi. Ia juga menyerukan kepada semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan peta jalan yang telah disepakati.
Dukungan luas dari komunitas internasional terhadap resolusi ini mencerminkan konsensus global akan pentingnya penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui pendekatan diplomatik. Negara-negara pendukung menekankan bahwa pembentukan negara Palestina yang berdaulat, dengan perbatasan yang diakui secara internasional, adalah langkah krusial untuk menciptakan stabilitas di Timur Tengah.
Meski begitu, tantangan ke depan tetap besar. Penolakan Israel dan kompleksitas situasi di lapangan, termasuk isu pelucutan senjata Hamas dan jaminan keamanan, menjadi hambatan utama dalam implementasi resolusi ini. PBB dan negara-negara pendukung berjanji untuk terus mendorong dialog dan kerja sama guna memastikan bahwa Deklarasi New York dapat terwujud menjadi langkah nyata menuju perdamaian.
Resolusi ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya internasional untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dunia kini menantikan langkah konkret dari semua pihak untuk mewujudkan visi perdamaian yang telah digariskan dalam Deklarasi New York.












