Batam, Kepulauan Riau – Pangkalan Udara Hang Nadim (Lanud HNM) Batam meresmikan monumen megah Laksamana Hang Nadim setinggi tujuh meter di halaman Markas Lanud pada Minggu (14/9). Peresmian dilakukan oleh Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Pangkodau) I Marsda TNI Muzafar, disaksikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad, sebagai wujud penghormatan kepada pahlawan Melayu legendaris sekaligus pengingat nilai-nilai patriotisme bagi prajurit TNI AU dan masyarakat.
Komandan Lanud HNM, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, menegaskan bahwa penamaan Lanud Hang Nadim bukan sekadar simbol, melainkan cerminan semangat juang Laksamana Hang Nadim yang dikenal sebagai pejuang Melayu tangguh, cerdas, dan pemberani. “Monumen ini kami bangun untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa, sebagaimana warisan Laksamana Hang Nadim,” ujar Hendro di Batam, Senin (15/9).
Laksamana Hang Nadim, putra Laksamana Hang Jebat dan Dang Wangi, adalah sosok heroik dalam sejarah Melayu Johor-Riau. Dibesarkan oleh sahabat ayahnya, Laksamana Hang Tuah, ia dikenal gigih memimpin perjuangan melawan penjajahan Portugis di Malaka pada abad ke-16. Meski beberapa kali menghadapi kegagalan, termasuk pada pertempuran di Malaka tahun 1500-an dan 1524, Hang Nadim tak pernah menyerah. Keberhasilannya mengusir Portugis dari Bintan, Riau, mengukir namanya sebagai simbol keberanian dan kepemimpinan di hati rakyat Melayu, hingga ia dianugerahi gelar laksamana.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik pembangunan monumen ini, menyebutnya sebagai pengingat sejarah yang berharga bagi masyarakat Batam. “Laksamana Hang Nadim adalah teladan keberanian. Semangatnya harus terus hidup dan menginspirasi generasi masa kini,” katanya. Nama Hang Nadim sendiri telah diabadikan sebagai nama Bandara Internasional Batam, memperkuat identitas kepahlawanan di kota ini.
Monumen ini bukan hanya penghormatan kepada masa lalu, tetapi juga panggilan bagi prajurit TNI AU dan masyarakat untuk meneladani jiwa pantang menyerah dan cinta Tanah Air. “Semangat Laksamana Hang Nadim harus menjadi nyala yang terus membakar patriotisme di hati kita semua,” tambah Hendro.
Peresmian monumen ini menambah daftar upaya Lanud HNM dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Melayu, seperti tradisi Mancing Ngarong dan penguatan patroli udara di Selat Malaka, yang turut memperkokoh kedaulatan wilayah Indonesia.












