Batam, intuisi.net – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja mendalam di Kota Batam pada hari ini, Rabu. Didampingi oleh Ibu Selvi Gibran Rakabuming, kunjungan ini menyoroti tiga agenda utama: tinjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Batam, panen perdana lobster sebanyak 1,7 ton di Pulau Setokok, serta makan bareng dengan komunitas ojek online (Ojol) Batam. Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor pendidikan, mengembangkan ekonomi maritim, dan mendengarkan aspirasi masyarakat lokal.
Tinjauan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 1 Batam
Kunjungan dimulai dengan inspeksi langsung ke SMK Negeri 1 Batam, Batuaji, salah satu sekolah unggulan di wilayah tersebut. Wapres Gibran tiba sekitar pukul 09:30 WIB dan disambut hangat oleh Kepala Sekolah, jajaran guru, serta ratusan siswa yang antusias mengabadikan momen tersebut dengan ponsel. Agenda ini berfokus pada evaluasi implementasi program MBG, yang bertujuan memastikan siswa mendapatkan asupan gizi seimbang untuk mendukung proses belajar.
Dalam kunjungan ini, Wapres meninjau dapur sekolah, ruang makan, serta proses penyajian makanan. Ia juga berinteraksi dengan siswa, mendengarkan masukan mereka tentang kualitas makanan dan fasilitas yang ada. “Program ini sangat penting untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan fokus belajar. Kita harus pastikan distribusi dan kualitasnya terus ditingkatkan,” ujar Wapres kepada awak media yang turut meliput. Kepala SMK Negeri 1 Batam, Bapak Hadi Santoso, menyampaikan bahwa program MBG telah meningkatkan semangat belajar siswa, terutama dari keluarga kurang mampu.
Wapres juga menginstruksikan tim pendamping untuk mencatat kendala teknis, seperti keterbatasan stok bahan pangan di beberapa hari, agar dapat segera diatasi. Kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan vokasi dan kesejahteraan siswa di daerah.
Panen Perdana Lobster 1,7 Ton di Pulau Setokok
Agenda kedua membawa Wapres Gibran ke Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, untuk menyaksikan panen perdana lobster dalam program Modeling Budi Daya Lobster (MBL). Rombongan tiba sekitar pukul 12:30 WIB dan disambut oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau serta para petani lobster lokal. Hasil panen yang mencapai 1,7 ton menjadi sorotan utama, menandai keberhasilan pilot project budidaya lobster yang didukung pemerintah pusat.
Wapres mengapresiasi kerja keras petani dan inovasi teknologi yang diterapkan dalam budidaya lobster. “Ini langkah besar untuk ekonomi maritim kita. Lobster ini bisa jadi komoditas ekspor yang meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir,” kata Gibran sambil mengamati proses penanganan hasil panen. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan agar sumber daya laut tetap terjaga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Bapak Arif Rahman, menjelaskan bahwa panen ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi perikanan budidaya di Kepulauan Riau. Dengan nilai ekonomi yang tinggi, lobster diproyeksikan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal. Wapres juga menyempatkan diri berbincang dengan petani, mendengar tantangan seperti keterbatasan bibit dan teknologi, yang kemudian menjadi catatan untuk kebijakan mendatang.
Makan Bareng dengan Komunitas Ojol Batam
Agenda penutup kunjungan ini adalah makan bareng dengan komunitas ojek online (Ojol) Batam, yang digelar di sebuah rumah makan lokal sekitar pukul 15:00 WIB. Acara ini dihadiri puluhan pengemudi Ojol, perwakilan asosiasi, serta pejabat daerah. Dalam suasana santai, Wapres Gibran duduk bersama para pengemudi, menikmati hidangan khas Batam seperti mie goreng dan otak-otak, sambil mendengarkan cerita dan aspirasi mereka.
Salah satu pengemudi, Bapak Edi, menyampaikan harapan untuk adanya fasilitas tempat istirahat dan pelatihan keterampilan bagi Ojol. “Kami senang bisa bertemu langsung dengan Pak Wapres. Harapan kami ada dukungan lebih untuk kesejahteraan kami,” ujar Edi. Wapres menanggapi positif masukan ini dan berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke tingkat pusat untuk dipertimbangkan dalam kebijakan transportasi daring.
Acara ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal yang jumlahnya signifikan di Batam. Wapres menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir untuk mendengar dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kunjungan kerja Wapres Gibran di Batam ini berlangsung hingga sore hari dan diakhiri dengan sesi wawancara singkat dengan media. Ia menyatakan kepuasannya atas antusiasme masyarakat dan komitmen lokal dalam mendukung program pemerintah. “Batam punya potensi besar, baik di pendidikan, perikanan, maupun ekonomi kreatif. Kita akan terus dorong pembangunan di sini,” pungkasnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi program, tetapi juga wujud sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Dengan fokus pada pendidikan melalui MBG, penguatan ekonomi maritim via budidaya lobster, serta perhatian pada kesejahteraan Ojol, Wapres Gibran menunjukkan pendekatan holistik dalam membangun masa depan Batam yang lebih baik.












