Timnas Indonesia Hajar Chinese Taipei 6-0

Kluivert Siapkan Kejutan untuk Lebanon di FIFA Matchday September 2025

Foto: Bola.net

Intuisi.net – Timnas Indonesia mengawali FIFA Matchday September 2025 dengan gemilang, menghancurkan Chinese Taipei dengan skor telak 6-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Laga yang menjadi ajang debut dua pemain naturalisasi, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, ini menegaskan dominasi Skuad Garuda di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert. Kemenangan ini menjadi modal berharga jelang laga uji coba berikutnya melawan Lebanon pada 8 September 2025, sekaligus persiapan menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pesta Gol Garuda di Babak Pertama

Indonesia langsung tancap gas sejak menit awal. Hanya empat menit laga berjalan, Jordi Amat membuka keunggulan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang akurat dari Beckham Putra. Gol cepat ini memanaskan atmosfer stadion dan memicu agresivitas tim tuan rumah.

Pada menit ke-23, Ramadhan Sananta menggandakan keunggulan setelah menyambar bola liar dari sundulan Egy Maulana Vikri yang dimentahkan kiper Huang Chiu Lin. Sananta, yang tampil sebagai starter, menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Sepuluh menit kemudian, Marc Klok memperlebar jarak dengan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 3-0.

Pesta gol babak pertama ditutup oleh Eliano Reijnders pada menit ke-38. Memanfaatkan umpan tarik Yakob Sayuri, Reijnders dengan tenang melakukan tap-in untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0. Dominasi Indonesia terlihat jelas dengan penguasaan bola mencapai 68% dan sembilan tembakan tepat sasaran, sementara Chinese Taipei nyaris tak berkutik.

Rotasi Cerdas dan Debut Gemilang di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Kluivert menunjukkan kecerdasan taktis dengan melakukan rotasi pemain untuk menjaga intensitas. Sandy Walsh, yang menggantikan Yakob Sayuri, langsung memberikan dampak dengan mencetak gol keenam pada menit ke-60, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Dua menit sebelumnya, Ramadhan Sananta kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan sepakan keras kaki kanan, menegaskan performa impresifnya dengan brace.

Momen emosional terjadi saat Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans menjalani debut mereka. Zijlstra masuk menggantikan Sananta pada menit ke-65, diikuti Jonathans yang menggantikan Beckham Putra. Kedua pemain naturalisasi ini langsung menyatu dengan tim, memberikan warna baru di lini serang. Meski tidak mencetak gol, kehadiran mereka menambah dimensi permainan Indonesia, terutama dalam transisi cepat dan kreativitas di sisi sayap.

Pergantian lainnya termasuk Marselino Ferdinan untuk Egy Maulana Vikri, Thom Haye untuk Nathan Tjoe-A-On, dan Stefano Lilipaly untuk Eliano Reijnders. Meski melakukan banyak rotasi, Indonesia tetap mendominasi hingga peluit panjang. Skor 6-0 bertahan, mencerminkan soliditas lini belakang yang dikawal Emil Audero dan Rizky Ridho, serta efektivitas lini depan.

Strategi Kluivert: Keseimbangan dan Eksperimen

Patrick Kluivert, yang dikenal sebagai pelatih berpengalaman, sukses memadukan pemain inti dan pelapis dalam laga ini. Keputusan menurunkan Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, dan Ramadhan Sananta sebagai starter terbukti tepat, memberikan kesegaran di lapangan. Absennya beberapa pilar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Ragnar Oratmangoen tidak mengurangi daya dobrak tim, membuktikan kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk menunjukkan kualitas mereka. Kemenangan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kekompakan menjelang laga penting berikutnya,” ujar Kluivert usai pertandingan.

Peringatan untuk Lebanon

Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat bagi Lebanon, lawan berikutnya pada 8 September 2025 di tempat yang sama. Kluivert mengonfirmasi akan kembali menggunakan formasi “pembantai” yang sukses melumat Chinese Taipei. Dengan peringkat FIFA Lebanon (112) sedikit di atas Indonesia (118), laga ini diprediksi lebih ketat. Namun, performa apik dan dukungan suporter di Gelora Bung Tomo menjadi modal besar bagi Garuda.

Lebanon, yang juga kehilangan laga uji coba melawan Kuwait, akan memanfaatkan duel ini sebagai persiapan Kualifikasi Piala Asia 2027. Meski begitu, Indonesia diunggulkan berkat momentum positif dan keunggulan bermain di kandang.

Dampak pada Ranking FIFA

Kemenangan atas Chinese Taipei (peringkat 172) diperkirakan akan mendongkrak posisi Indonesia di ranking FIFA, yang saat ini berada di urutan 118 per Juli 2025. Duel melawan Lebanon akan menjadi ujian lebih berat, tetapi juga peluang untuk menambah poin signifikan. Kemenangan atas Lebanon berpotensi menambah 5,17 poin, sementara hasil imbang tetap memberikan tambahan 0,17 poin.

Fokus ke Kualifikasi Piala Dunia 2026

Rangkaian FIFA Matchday ini merupakan bagian dari persiapan Indonesia menghadapi Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, bersama Arab Saudi dan Irak. Dengan format home tournament single leg di Arab Saudi pada Oktober 2025, Indonesia wajib meraih posisi juara grup untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, atau setidaknya runner-up untuk menjaga peluang via playoff.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *