Intuisi.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan puncak rahasia di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf, Anchorage, Alaska, pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Pertemuan ini, yang belum dilaporkan oleh media mana pun, merupakan langkah diplomatik signifikan untuk mengatasi ketegangan global dan mencari solusi damai bagi isu-isu kritis.
Topik Pembahasan
Pertemuan ini berfokus pada tiga agenda utama:
Resolusi Konflik Ukraina: Kedua pemimpin membahas strategi untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Diskusi mencakup usulan gencatan senjata sementara, zona demiliterisasi di wilayah timur Ukraina, dan potensi negosiasi wilayah yang melibatkan Donbas dan Krimea. Trump mendorong pendekatan cepat untuk menghentikan pertumpahan darah, sementara Putin menekankan perlunya jaminan keamanan bagi Rusia.
Keamanan Energi Global: Kedua pihak mengeksplorasi kerja sama untuk menstabilkan pasar energi global, termasuk diskusi tentang pasokan gas Rusia ke Eropa dan potensi pengurangan sanksi AS terhadap ekspor energi Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai.
Pencegahan Eskalasi Siber: Pertemuan ini juga membahas ancaman serangan siber lintas batas, dengan komitmen awal untuk membentuk kelompok kerja bilateral guna mencegah insiden siber yang dapat memicu konflik lebih luas.
Pertemuan ini tidak melibatkan pihak lain, termasuk Ukraina, untuk menjaga kerahasiaan dan fleksibilitas negosiasi awal. Namun, kedua pemimpin setuju untuk mengundang perwakilan Ukraina dan sekutu Eropa dalam pembicaraan lanjutan.
Mengapa Alaska?
Pemilihan Alaska sebagai lokasi pertemuan memiliki alasan strategis dan simbolis:
Proksimitas Geografis: Dengan jarak hanya 88 kilometer dari wilayah Rusia di Selat Bering, Alaska menawarkan lokasi yang unik sebagai titik pertemuan simbolis antara Timur dan Barat.
Warisan Sejarah: Alaska, yang pernah menjadi bagian Rusia hingga dijual ke AS pada 1867, mencerminkan ikatan sejarah kedua negara. Lokasi ini dipilih untuk menekankan potensi rekonsiliasi dan kerja sama.
Netralitas dan Keamanan: Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf memberikan lingkungan aman dan terkendali, memungkinkan Putin untuk menghindari wilayah negara-negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang dapat mengeksekusi surat perintah penangkapannya.
Bagaimana Pertemuan Berlangsung?
Pertemuan berlangsung selama tiga jam dalam suasana tertutup dengan pengamanan maksimal. Hanya segelintir penasihat senior dari kedua pihak yang hadir, tanpa kehadiran media. Trump memimpin diskusi dengan pendekatan langsung, menawarkan insentif ekonomi bagi Rusia untuk menyetujui gencatan senjata, sementara Putin menekankan perlunya jaminan keamanan jangka panjang. Meski belum menghasilkan kesepakatan tertulis, kedua pemimpin menyepakati pembentukan saluran komunikasi rahasia untuk melanjutkan negosiasi.
“Alaska adalah tempat yang tepat untuk memulai dialog baru demi perdamaian dunia. Kami membahas langkah konkret untuk menghentikan perang dan membangun stabilitas. Ini adalah awal, dan saya yakin kita bisa mencapai hasil besar,” ujar Presiden Trump.
“Rusia menghargai kesempatan untuk berdialog langsung dengan AS. Pertemuan ini menunjukkan bahwa kerja sama dimungkinkan jika kepentingan bersama diutamakan. Alaska adalah simbol sejarah hubungan kami,” kata Presiden Putin melalui pernyataan tertulis.
Selanjutnya Kedua pihak berencana untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan pembicaraan rahasia tambahan dalam beberapa minggu ke depan. Rencana juga mencakup keterlibatan pihak ketiga, termasuk Ukraina dan Uni Eropa, untuk memastikan solusi yang inklusif. Pertemuan ini menandakan komitmen awal untuk mengurangi ketegangan global, meskipun tantangan besar masih menanti.












