Batam, intuisi.net – Suasana penuh keakraban tercipta di ruang kerja Wali Kota Batam pada Rabu (13/8/2025) siang, saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut hangat kedatangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi, bersama Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Batam. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan ajang silaturahmi yang memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan jajaran Pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan warga binaan serta mempersiapkan pemberian remisi umum pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.
Dengan senyum ramah khasnya, Amsakar Achmad menyambut jajaran Lapas Batam dalam suasana penuh kebersamaan. Hadirnya Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Batam menambah semangat diskusi, yang mengarah pada komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan pemberian remisi umum, yang menjadi simbol penghargaan atas upaya perbaikan diri warga binaan.
“Saya menyambut baik program ini. Pemberian remisi bukan hanya soal pengurangan masa hukuman, tetapi juga cerminan kepercayaan terhadap proses pembinaan yang humanis,” ujar Amsakar dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan akan hadir langsung di Lapas Batam pada 17 Agustus mendatang untuk menyerahkan remisi secara simbolis, sebuah momen yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan harapan baru bagi warga binaan.
Yugo Indra Wicaksi, Kalapas Batam, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam. “Kehadiran Pak Wali dalam pemberian remisi menjadi penyemangat besar bagi kami dan warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkap Yugo. Ia juga memaparkan sejumlah program pembinaan unggulan di Lapas Batam, termasuk pembangunan green house yang mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Program ini mencakup pelatihan pertanian modern, seperti budidaya tanaman hortikultura, serta berbagai kegiatan lain seperti pelatihan keterampilan kerja, pendidikan keagamaan, dan pengembangan karakter untuk mempersiapkan warga binaan reintegrasi ke masyarakat.
Pertemuan ini juga menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat reformasi birokrasi di bidang pemasyarakatan, dengan fokus pada pendekatan keadilan restoratif dan pemulihan. Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam untuk mendukung program-program produktif yang memungkinkan warga binaan kembali menjadi bagian aktif masyarakat. “Pembinaan warga binaan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap bersinergi untuk menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang progresif dan mendukung reintegrasi sosial,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Lapas Batam dan Pemko Batam sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif, termasuk rencana kolaborasi dalam pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi bagi mantan warga binaan. Hasil produksi dari green house, seperti sayuran dan buah-buahan, juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat lokal, sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pemasyarakatan.Kepala UPT Pemasyarakatan Kota Batam menambahkan, “Sinergi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan keadilan. Kami juga berupaya melibatkan masyarakat sekitar untuk menerima kembali warga binaan sebagai bagian dari komunitas.”
Audiensi ini menandai langkah kolaboratif yang kuat antara Lapas Batam dan Pemko Batam, di mana kepedulian, pembinaan, dan semangat kemerdekaan berjalan beriringan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Lapas Batam optimistis dapat mewujudkan pembinaan yang lebih humanis dan produktif, memberikan dampak positif bagi warga binaan dan masyarakat Batam secara keseluruhan.












