Batam, intuisi.net– Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, langsung meninjau lokasi longsor di kawasan Bengkong Baru, Batam, pada Senin pagi (11/8/2025). Longsor terjadi akibat jebolnya dinding penahan tanah (retaining wall) di dekat Simpang Bengkong Baru, yang dipicu oleh hujan deras sejak dini hari. Kejadian ini menyebabkan arus kendaraan dari Simpang Empat Bengkong menuju Bengkong Laut terpaksa dialihkan sementara.
Li Claudia, didampingi Staf Ahli Bidang Infrastruktur BP Batam Andreas, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Suhar, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rudi Panjaitan, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin pembangunan di kawasan tersebut. “Kita ingin Batam maju. Nanti akan kita cek izin pembangunan yang tidak sesuai. Tidak semua retaining wall akan kita bongkar, tetapi akan kita kaji secara teknis,” tegas Li Claudia di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian, Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, dan Satpol PP segera mengamankan lokasi pasca-longsor. Selama peninjauan, Satpol PP membongkar sebuah warung yang berdiri di atas tebing karena berpotensi roboh. “Ini tadi kita bongkar karena berbahaya, bisa menimpa warga,” ujar Hendra, anggota Ditpam BP Batam. Selain itu, Ditpam BP Batam juga menertibkan spanduk reklame besar yang dinilai rawan menimpa warga di sekitar lokasi.
Staf Ahli Bidang Infrastruktur BP Batam, Andreas, mengungkapkan bahwa beberapa bangunan di kawasan tersebut dibangun dengan izin yang tidak sesuai ketentuan, sehingga memberikan tekanan berlebih pada retaining wall. “Kami akan mengevaluasi kepatuhan terhadap regulasi teknis dan lingkungan untuk memastikan keamanan infrastruktur di masa depan,” jelas Andreas.
Li Claudia menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap izin pembangunan agar kejadian serupa tidak terulang. Untuk mendukung hal ini, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam akan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek pembangunan di Bengkong Baru. “Jika ditemukan pelanggaran, izin pembangunan dapat ditinjau ulang atau dicabut,” tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam, Agus Bendri, melaporkan bahwa longsor ini tidak menyebabkan korban jiwa, meskipun beberapa rumah warga di sekitar lokasi terdampak. Tim gabungan telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki akses jalan yang terganggu. Sebagai langkah jangka pendek, Li Claudia memerintahkan pengerukan saluran drainase di sekitar lokasi untuk mencegah banjir susulan. Untuk jangka panjang, ia mengusulkan pembangunan kolam retensi dan penguatan struktur dinding penahan tanah di area rawan longsor. “Kami juga akan menggandeng pihak swasta melalui program CSR untuk mempercepat perbaikan infrastruktur,” ungkapnya.
Li Claudia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem dan melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar kepada pihak berwenang. “Kami berkomitmen untuk menangani masalah ini secara komprehensif demi keselamatan dan kenyamanan warga Batam,” tutupnya.












