Intuisi.net – Hari ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan bangga menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Peru, Dina Boluarte, di Istana Merdeka, Jakarta. Kunjungan ini menandai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru, yang resmi terjalin sejak 12 Agustus 1975, sekaligus menjadi kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Peru pada November 2024. Presiden Dina Boluarte tiba di Istana Merdeka pada pukul 10.18 WIB dan disambut dengan upacara kenegaraan yang penuh khidmat, termasuk dentuman 21 kali meriam hampa, pasukan berkuda, dan sambutan hangat dari siswa sekolah dasar. Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, kebudayaan, dan pemberantasan narkotika.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki makna khusus, bukan hanya sebagai perayaan 50 tahun hubungan diplomatik, tetapi juga sebagai wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara. “Indonesia dan Peru memiliki visi yang sama untuk membangun masyarakat yang sejahtera. Sebagai negara di kawasan Samudera Pasifik, kita berbagi kepentingan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian,” ujar Presiden Prabowo.
Salah satu hasil penting dari kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas, yang diharapkan mempermudah mobilitas pejabat kedua negara. Selain itu, kedua kepala negara menyaksikan finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA), yang telah dirampungkan dan ditandatangani hari ini untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi. Presiden Dina Boluarte juga menganugerahkan penghargaan Orden El Sol del Perú (Bintang Matahari Peru) kepada Presiden Prabowo sebagai simbol penghormatan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral.
Presiden Dina Boluarte didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Peru, termasuk Menteri Luar Negeri Elmer Schialer Salcedo, Menteri Ekonomi dan Keuangan Raúl Pérez-Reyes Espejo, serta Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Úrsula Desilú León Chempén. Sementara itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Kunjungan ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung peran Peru dalam kerjasama ASEAN, sekaligus memperkuat posisi kedua negara sebagai bagian dari komunitas Samudera Pasifik yang dinamis. Dalam working lunch di Istana Merdeka, kedua pemimpin berbagi pandangan tentang pentingnya kolaborasi multilateral untuk menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan keamanan regional.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam hubungan Indonesia-Peru, membuka peluang lebih luas untuk kerja sama yang saling menguntungkan demi kemakmuran bersama.












