Sibolga, intuisi.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus berupaya memacu penanganan darurat pasca-bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga.
BNPB mencatat total korban meninggal dunia di Sumatera Utara mencapai 364 jiwa, dengan penambahan terbaru dari temuan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu, 75 orang masih dilaporkan hilang, sementara lebih dari 20.982 warga terpaksa mengungsi di berbagai titik pengungsian.
Fokus utama saat ini adalah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang masih berlangsung di empat sektor prioritas, termasuk wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Pemulihan Akses Infrastruktur
BNPB bersinergi dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri, dan pemerintah daerah mengerahkan 144 unit alat berat untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki jalan serta jembatan yang putus. Pembukaan jalur alternatif perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan. Sementara itu, pengerjaan jalan utama terus dikebut.
Tim TNI dari Yonzipur juga mempercepat pemasangan jembatan Bailey dan compact di titik-titik vital, seperti Jembatan Desa Garoga (Tapanuli Selatan) dan Jembatan Desa Simpang Gudang (Langkat), dengan progres mencapai 60 persen.
Untuk wilayah terisolasi yang belum terjangkau kendaraan darat, distribusi logistik dilakukan melalui dropping udara menggunakan helikopter. Meski sempat terkendala cuaca buruk, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 10.946 ton bantuan via jalur darat ke posko-posko di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, hingga Serdang Bedagai.
Dukungan Komunikasi dan Logistik
BNPB menyalurkan enam unit perangkat Starlink di daeeah Blank Spot, Lima unit sudah beroperasi di wilayah terdampak untuk mendukung koordinasi lapangan, sementara satu unit digunakan untuk survei dan pemetaan.
Di penampungan pengungsi diperkuat dengan dapur umum, fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK), serta distribusi bantuan dasar yang dikoordinasikan melalui Posko Komando di bawah komando Bupati Tapanuli Utara. Logistik dari Bandara Silangit terus didistribusikan secara bertahap.
Transisi ke Pemulihan
BNPB mendampingi pemerintah daerah dalam persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan 102 unit hunian sementara (huntara) di Tapanuli Utara telah dimulai sejak 13 Desember 2025, dengan contoh huntara di Desa Sibalanga. Di Tapanuli Selatan, lahan relokasi dari PTPN IV disiapkan untuk 488 unit huntara.
BNPB juga mengoperasikan pesawat teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna menekan intensitas hujan, sehingga mendukung kelancaran evakuasi dan perbaikan infrastruktur.
Penanganan bencana ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan relawan, untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi secepat mungkin.
Baca Juga:
• Korban Meninggal Bansor Sumatra 1.016 Jiwa – Update terkini korban jiwa secara keseluruhan di tiga provinsi terdampak.
• Akses Jalan Dibuka, Perbaikan Infrastruktur Dipercepat di Wilayah Tapanuli Utara – Rilis resmi BNPB tentang progres pemulihan akses dan infrastruktur.













Response (1)