Amsakar-Li Claudia Setahun: Ekonomi Melejit, Air Bersih-Banjir-Sampah Jadi Ujian Serius

15 Prioritas Bergerak Cepat, Fondasi Sudah Dibangun, Konsistensi Jadi Kunci

Gambar istimewa didukung AI

Batam, intuisi.net – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memimpin Kota Batam sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Pasangan yang diusung Gerindra, Nasdem dan Golkar ini membawa visi “Batam Maju, Inovatif, Berkelanjutan, dan Berbudaya”.

Melalui 15 Program Prioritas yang dicanangkan sejak awal, mereka berhasil meletakkan fondasi pembangunan yang terukur, meski dihadapkan pada masalah struktural yang kompleks.

Pencapaian Menggembirakan di Bidang Ekonomi dan Sosial

Pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan III 2025 mencapai 6,89%, melampaui rata-rata Provinsi Kepri dan nasional. Realisasi investasi tembus Rp69,3 triliun atau 115,5% dari target.

Kemiskinan turun drastis menjadi 3,81% (terendah lima tahun terakhir), pengangguran terbuka 7,57%, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke 83,80.

Semua capaian ini langsung terkait dengan 15 prioritas:

  • Prioritas 15 (Peningkatan investasi dan destinasi MICE) → Batam makin menarik investor.
  • Prioritas 4 (Pinjaman modal tanpa bunga maksimal Rp20 juta untuk UMKM) → 1.500 pelaku usaha sudah menikmati.
  • Prioritas 7 (Peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif) → ribuan warga terlatih.
  • Prioritas 3 (Pengobatan gratis ber-KTP Batam + BPJS pekerja rentan) → anggaran naik dari Rp46,7 miliar (2024) menjadi Rp79 miliar (2025), 24.348 pekerja rentan terlindungi, cakupan JKN-KIS 97,86%, dan Batam raih UHC Awards 2026.
  • Prioritas 5, 8, dan 14 (seragam sekolah gratis, beasiswa, pembangunan sekolah & ruang kelas) → 105.670 stel seragam dibagikan, 205 beasiswa perguruan tinggi, 42 ruang kelas baru + 2 sekolah baru.
  • Prioritas 6 (Bantuan lansia) dan 12 (pengelolaan pasokan kebutuhan pokok) → stabilitas sosial makin terjaga.

Penghargaan nasional seperti Kota Layak Anak kategori Nindya dan Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan semakin menguatkan posisi Batam.

Masalah Kompleks yang Masih Menjadi “PR” Besar

Meski demikian, tiga prioritas infrastruktur dasar masih menjadi tantangan paling kompleks:

  1. Optimalisasi air bersih (Prioritas 1)
  2. Penanganan banjir (Prioritas 2)
  3. Pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan (Prioritas 13)

Ketiganya saling terkait dan bersifat struktural: Batam sebagai kota kepulauan dengan pertumbuhan penduduk cepat, topografi berbukit, serta warisan drainase lama.

Amsakar sendiri mengakui di dialog satu tahun kepemimpinan: “Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus dibenahi.

Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.”

Sudah ada kemajuan nyata: penanganan 18 titik krisis air, pembangunan rumah pompa banjir, normalisasi drainase, serta pengadaan insinerator sampah.

Namun masyarakat masih merasakan genangan di musim hujan, krisis air di beberapa kelurahan, dan isu limbah reklamasi yang sempat menjadi sorotan.

Li Claudia Chandra yang sering turun langsung sidak reklamasi Kabil juga menunjukkan komitmen, meski eksekusi masih menghadapi resistensi pihak swasta.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *